Tiga desa di Kalteng terpilih dalam program Desa Cinta Statistik

Tiga desa di Kalteng terpilih dalam program Desa Cinta Statistik

Sekda Barito Utara Jainal Abidin (kanan) menyerahkan plakat daerah kepada Kepala BPS Kalteng pada kegiatan program “Desa Cinta Statistik" (Desa Cantik), di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Selasa (25/5/2021).ANTARA/HO-Prokopim Barut

Ketiga desa yaitu Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Desa Wonorejo di Kabupaten Lamandau dan Desa Pasir Panjang Kabupaten Kotawaringin Barat.
Muara Teweh (ANTARA) - Tiga desa pada tiga kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah terpilih dalam 100 desa dari 83.820 wilayah administrasi setingkat desa di seluruh Indonesia yang masuk dalam program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik.

Ketiga desa yaitu Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Desa Wonorejo di Kabupaten Lamandau dan Desa Pasir Panjang Kabupaten Kotawaringin Barat.

Saat ini desa tidak lagi menjadi obyek tapi subyek pembangunan,melainkan ditempatkan sebagai subjek dan ujung tombak pembangunan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah Eko Marsoro ketika menghadiri peluncuran 'Desa Cantik' di Kantor Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Selasa.

"Desa Cinta Statistik, Mendata dari Desa Mewujudkan Satu Data Indonesia," tambah Eko.

Pada peluncuran Desa Cantik di Desa Trahean tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Barito Utara Jainal Abidin dan Kepala BPS setempat Akhmad Nasrullah serta aparatur desa serta masyarakat di desa sentra pertanian tersebut.

"Bupati Barito Utara Nadalsyah sangat bangga dengan terpilihnya Desa Trahean sebagai Desa Cinta Statistik, dimana tentunya Aparat Desa Trahean dan BPS akan bersinergi secara berkelanjutan membangun tata kelola data dan statistik yang baik di desa kedepannya," kata Sekda Barito Utara Jainal Abidin pada peluncuram Desa Cantik di Kantor Desa Trahean itu.
Baca juga: Anggota DPD RI dorong kecamatan-desa di Kalteng buat peta administrasi
Baca juga: 25 desa di Barito Selatan cairkan DD tahap pertama


Sekda menyampaikan permohonan maaf pada peluncuran Desa Cantik itu dikarenakan Bupati saat ini sedang berada di Jakarta meninjau pabrik material yang dipergunakan dalam pembangunan jembatan.

Melalui program Desa Cantik, dapat dirumuskan secara bersama-sama bagaimana pelaksanaan pendataan di desa kedepannya, termasuk manajemen dan publikasi data. Dengan harapan akan tersedia data yang lengkap, akurat, up to date, sehingga dapat memenuhi kebutuhan untuk pelaksanaan pembangunan desa yang berkelanjutan.

"Misalnya ketersediaan data dalam bidang pertanian, seperti data jumlah petani, lahan pertanian, komoditas pertanian, kebutuhan pupuk, hasil panen dan data lainnya," kata Sekda membacakan sambutan Bupati Nadalsyah.

Tak lupa, Bupati Barito Utara melalui Sekda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut andil dalam pelaksanaan Program Desa Cinta Statistik ini.

"Semoga cita-cita untuk membangun sistem statistik nasional yang dimulai dari desa dapat terwujud," tutup Sekda mengakhiri sambutan bupati.

Kepala BPS Barito Utara Akhmad Nasrullah menyampaikan bahwa dengan terpilihnya Desa Trahean dalam Program 100 Desa Cantik, merupakan bentuk partisipasi BPS Barito Utara, sehingga menambah nilai plus/positif pemerintah daerah Kabupaten Barito Utara dan juga Desa Trahean, dan ini tercatat di Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan PDTT dan Bappenas.
Baca juga: Pemerintah tunjuk Kalteng jadi percontohan desa adat

Pewarta: Kasriadi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Empat nagari di Sumbar jadi percontohan Desa Cinta Statistik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar