Vietnam perluas langkah penguncian COVID-19 karena peningkatan kasus

Vietnam perluas langkah penguncian COVID-19 karena peningkatan kasus

Seorang buruh memakai masker saat melakukan pekerjaannya di pabrik Ngoc Nu yang membuat selimut, bantal dan kasur untuk pasar lokal setelah pemerintah melonggarkan penguncian secara nasional akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Hanoi, Vietnam, Senin (1/6/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Kham/pras/djo)

Hanoi (ANTARA) - Vietnam pada Selasa memperluas langkah-langkah penguncian di kawasan industri di utara untuk memerangi wabah COVID-19 terbesar sejauh ini di saat pihak berwenang melaporkan rekor harian dalam kasus-kasus baru yang lebih dari dua kali lipat dari jumlah tertinggi sebelumnya.

Kementerian kesehatan pada Selasa malam mengumumkan 447 infeksi baru COVID-19, lompatan terbesar sejak 190 kasus yang dicatat pada 16 Mei. Laporan itu didorong oleh klaster di zona pabrik di Provinsi Bac Ninh dan Bac Giang. Jumlah tersebut merupakan angka revisi dari pengumuman sebelumnya sebanyak 457 kasus.

"Varian COVID-19 yang ditemukan saat ini telah menyebar dengan sangat cepat dan luas," kata Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan varian yang terdeteksi.

Vietnam telah melaporkan keberadaan varian yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di India.

Wabah telah menyebar ke lebih dari 30 dari 63 kota dan provinsi di Vietnam, termasuk ibu kota Hanoi, yang telah menutup restoran dan melarang pertemuan publik.

Bac Ninh, lokasi fasilitas produksi Samsung Electronics, memulai jam malam dan pembatasan perjalanan mulai Selasa, lapor media pemerintah.

Pembatasan itu menyusul penutupan sementara empat kawasan industri, termasuk tiga fasilitas Foxconn, oleh pihak berwenang di Provinsi tetangga Bac Giang.

Wabah tersebut bisa menjadi tantangan besar bagi Vietnam, yang berhasil mengatasi wabah yang lebih awal dan lebih kecil serta menghindari tingkat kerusakan ekonomi yang diderita oleh negara-negara tetangganya.

Ratusan pekerja pabrik termasuk di antara hampir 2.800 orang yang terinfeksi sejak akhir April, yang merupakan sekitar setengah dari 5.773 kasus secara keseluruhan di negara itu. Negara ini telah mencatat 44 kematian.

"Kepadatan pekerja di lokasi wabah sangat tinggi, berbagi lingkungan tertutup yang sama, ruang makan yang sama, dan area sanitasi yang sama," kata Long.

"Risikonya sangat tinggi."

Sebagian besar kasus pada Selasa terjadi di pabrik-pabrik di Bac Giang, di mana pihak berwenang mengatakan pengujian ditingkatkan dan asrama pekerja ditutup.

Pemerintah daerah mengatakan sedang mempertimbangkan dimulainya kembali sebagian operasi mulai Rabu bagi pekerja yang tidak terinfeksi.

Vietnam belum memulai inokulasi massal untuk melawan virus corona, dengan sekitar 1 juta dosis vaksin telah diberikan sejauh ini.

Sumber: Reuters
Baca juga: Kasus harian COVID-19 Vietnam capai rekor lagi
Baca juga: Vietnam laporkan kematian pertama penerima vaksin COVID AstraZeneca
Baca juga: Vietnam terima pasokan pertama vaksin COVID-19 dari Korea Selatan

Penerjemah: Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hoaks Atau Benar - Teh lemon cegah kematian akibat COVID-19 di Vietnam? Ahok beri program bantu pasien COVID-19?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar