Dinkes Gunung Kidul melakukan screening COVID-19 pada pelaku wisata

Dinkes Gunung Kidul melakukan screening COVID-19 pada pelaku wisata

Petugas kesehatan melakukan tes swab terhadap pelaku wisata di Gunung Kidul. ANTARA/HO-Dispar Gunung Kidul/am.

Kami ingin melihat bagaimana dampaknya bagi masyarakat di destinasi wisata, khususnya pelaku usaha
Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan penyaringan (screening) terhadap pelaku usaha wisata untuk mengantisipasi adanya penyebaran COVID-19 selama libur Lebaran 1442 Hijriah hingga saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan proses penyaringan telah dilaksanakan Selasa (25/5), 28 dan 31 Mei, serta 2 Juni mendatang.

Baca juga: 3.000 pelaku pariwisata dan budayawan Batam divaksin COVID-19

"Pelaku usaha pariwisata selama libur lebaran hingga saat ini melayani wisatawan dari berbagai wilayah, sehingga berpotensi terpapar COVID-19 dan berpotensi menyebarkan COVID-19, sehingga mereka menjadi sasaran utama penyaringan setelah lebaran ini," kata Dewi.

Ia mengatakan sektor pariwisata ini menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Ratusan pelaku pariwisata gunakan Vaksin Sinovac di Badung-Bali

Sektor pariwisata mampu mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Gunung Kidul, sehingga sesuai instruksi Bupati, Dinkes harus mengawal sektor pariwisata dari sisi kesehatan dengan mengantisipasi potensi penyebaran COVID-19, katanya.

"Kami ingin melihat bagaimana dampaknya bagi masyarakat di destinasi wisata, khususnya pelaku usaha," katanya.

Menurut Dewi, potensi terpapar COVID-19 bisa terjadi sekitar satu sampai dua minggu setelah libur lebaran. Itu sebabnya kegiatan screening baru mulai dilakukan pekan ini. Proses screening akan dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Vaksinasi dan "game changer" sektor pariwisata

"Sasaran screening adalah pelaku usaha pariwisata di Pantai Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Indrayanti, Sadranan, hingga Siung," katanya.

Screening nantinya menggunakan metode rapid test antibodi.

Menurutnya, jika nanti ada yang reaktif dari hasil pemeriksaan itu, maka warga yang bersangkutan akan diarahkan untuk tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Kami berharap pelaku wisata tetap aman dan tidak terpengaruh dampak libur lebaran ini," harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul Harry Sukmono membenarkan adanya kegiatan screening tersebut. Pihaknya pun sudah menerima surat resmi dari Dinkes.

"Kami pun sudah berkoordinasi dengan Pokdarwis pantai yang menjadi sasaran screening. Jadwal pelaksanaannya juga sudah dipublikasikan pada mereka," katanya.

Pewarta: Sutarmi
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

GeNose C19 kini hadir di Kota Palangka Raya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar