BMKG ungkap panas terik di Tanjungpinang dipicu tutupan awan berkurang

BMKG ungkap panas terik di Tanjungpinang dipicu tutupan awan berkurang

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Vivi Putri memantau kondisi cuaca. ANTARA/Nikolas Panama/aa.

yang pernah tercatat di Tanjungpinang sebesar 34,8 derajat celsius
Tanjungpinang (ANTARA) - Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Kepri, Hayu Nur Mahron mengatakan panas terik dalam beberapa hari terakhir dipicu tutupan awan yang berkurang, sehingga kondisi atmosfer di wilayah itu kurang mendukung untuk terbentuknya awan-awan konvektif yang menghasilkan hujan.

Kendati begitu, kata dia, suhu udara maksimum di Tanjungpinang saat ini masih dalam kondisi normal, yaitu mencapai 32,7 derajat celsius.

"Untuk informasi, suhu maksimum tertinggi yang pernah tercatat di Tanjungpinang sebesar 34,8 derajat celsius," kata Hayu di Tanjungpinang, Rabu.

Hayu menyampaikan kondisi cuaca panas ini belum dapat diketahui berlangsung sampai kapan.

Baca juga: BMKG sebut cuaca saat pancaroba lebih panas yang berdampak pada tubuh
Baca juga: BPBD sebut kebakaran hutan empat daerah di Sumbar efek cuaca panas


Berdasarkan data prakiraan BMKG, lanjutnya, bulan Mei hingga Agustus 2021, suhu maksimum berkisar 33-34 derajat celsius.

Demikian juga pada bulan Juni hingga Agustus 2021 jumlah curah hujan bulanan cenderung menurun dan mulai meningkat lagi pada bulan September dan seterusnya.

"Tapi tanggal 28 Mei 2021, diprakirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan - sedang dan bersifat lokal," demikian Hayu.

Seorang warga Tanjungpinang Darul mengaku panas terik akhir-akhir ini membuat aktivitas sehari-hari jadi tak nyaman, apalagi pada siang hari.

"Di rumah pakai kipas angin saja masih panas. Apalagi keluar rumah, baju kerja sampai basah," kata seorang pekerja swasta tersebut.

Baca juga: Cuaca panas picu karhutla di Natuna dan Bintan
Baca juga: Cuaca panas picu meluasnya kebakaran lahan sawit di Agam-Sumbar

Pewarta: Ogen
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hengky Kurniawan mengaku tak terlibat pengadaan bansos

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar