Blinken bertemu Presiden Mesir untuk pertahankan gencatan senjata Gaza

Blinken bertemu Presiden Mesir untuk pertahankan gencatan senjata Gaza

Menlu AS Antony Blinken . (REUTERS/Carlos Barria/Pool)

Dan kami telah memiliki mitra yang nyata dan efektif di Mesir dalam menangani kekerasan, dan mengakhirinya, (dalam waktu) relatif cepat. Dan sekarang, bekerja sama secara erat membangun sesuatu yang positif
Kairo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi serta sejumlah pejabat tingginya, pada Rabu, untuk pembicaraan tentang mempertahankan gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran terburuk dalam beberapa tahun antara Israel dan Palestina.

Mesir memiliki hubungan lama dengan kedua belah pihak yang berkonflik dan memainkan peran kunci dalam menengahi gencatan senjata Gaza setelah 11 hari kekerasan, dalam koordinasi dengan AS.

Blinken mengatakan bahwa AS dan Mesir bekerja sama untuk mendukung Israel dan Palestina hidup dalam keselamatan dan keamanan.

"Dan kami telah memiliki mitra yang nyata dan efektif di Mesir dalam menangani kekerasan, dan mengakhirinya, (dalam waktu) relatif cepat. Dan sekarang, bekerja sama secara erat membangun sesuatu yang positif," kata Blinken kepada staf kedutaan AS di Kairo, di sela-sela kunjungan singkatnya di Mesir pada Rabu.

Dalam agenda turnya ke Timur Tengah termasuk ke Mesir, Blinken bertemu dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi, Menteri Luar Negeri Sameh Shoukry, dan Kepala Intelijen Abbas Kamel di Istana Kepresidenan Mesir.

Blinken tiba di Mesir setelah mengunjungi Yerusalem dan Ramallah, dan setelahnya ia juga akan pergi ke Yordania.

Pada Selasa (25/5), dia berjanji bahwa AS akan memberikan bantuan baru untuk membantu membangun kembali Jalur Gaza, termasuk 5,5 juta dolar AS (sekitar Rp78,6 miliar) bantuan bencana dan hampir 33 juta dolar AS (sekitar Rp471,6 miliar) untuk badan bantuan Palestina di sana.

Blinken juga mengatakan AS bermaksud untuk memastikan bahwa Hamas, yang menguasai Gaza dan terdaftar oleh Washington sebagai organisasi teroris, tidak mendapat manfaat dari bantuan kemanusiaan.

Yehya Al-Sinwar, kepala Hamas di Gaza, mengatakan kelompok itu menyambut baik upaya Arab dan internasional untuk membangun kembali daerah kantong itu.

"Kami akan meringankan dan memfasilitasi tugas untuk semua orang dan kami akan memastikan bahwa prosesnya akan transparan dan adil, dan kami akan memastikan bahwa tidak ada sen yang masuk ke Hamas atau Qassam (sayap bersenjata Hamas)," kata Sinwar dalam konferensi pers.

"Kami memiliki sumber dana yang memadai untuk Hamas dan Qassam. Sebagian besar dari Iran dan sebagian dari sumbangan dari Arab, Muslim, dan dunia liberal yang bersimpati kepada rakyat kami dan hak-hak mereka," ujar Sinwar, menambahkan.

Mesir, yang berbagi perbatasan dengan Gaza dan memiliki kontak keamanan dengan Hamas, kemungkinan memiliki peran dalam menyalurkan bantuan, kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS sebelumnya.

Selama pertempuran, Mesir membuka perbatasan Rafah antara Gaza dan Semenanjung Sinai untuk memberikan bantuan medis dan mengevakuasi korban luka.

Mesir juga mengirim delegasi keamanan ke Israel dan Gaza untuk memperkuat gencatan senjata setelah diberlakukan pada Jumat (21/5).


Sumber: Reuters

Baca juga: Menlu AS tiba di Israel, berupaya dukung gencatan senjata di Gaza

Baca juga: Biden kirim Blinken ke Timur Tengah di tengah gencatan senjata Gaza

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Biden jadi presiden AS, Menlu yakin kemitraan Indonesia-AS lebih kokoh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar