Survei BI: Penjualan properti naik pada triwulan I 2021

Survei BI: Penjualan properti naik pada triwulan I 2021

Pengunjung melihat-lihat paket perumahan yang ditawarkan pengembang pada Pameran REI Properti Expo di Mall Paragon, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/5/2021). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.

Peningkatan penjualan properti residensial tersebut terjadi pada seluruh tipe rumah
Jakarta (ANTARA) - Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penjualan properti residensial mengalami peningkatan pada triwulan I-2021.

"Peningkatan penjualan properti residensial tersebut terjadi pada seluruh tipe rumah," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Erwin menjelaskan pencapaian ini tercermin dari penjualan properti residensial yang tumbuh 13,95 persen (yoy) atau meningkat dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 20,59 persen (yoy).

Baca juga: REI yakini insentif PPN dapat tingkatkan kembali pembelian properti

Dari sisi harga, kata dia, hasil survei juga mengindikasikan harga properti residensial tumbuh terbatas pada triwulan I-2021.

Perkembangan ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan I-2021 yang tercatat sebesar 1,35 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,43 persen (yoy).

"Harga properti residensial primer diprakirakan masih tumbuh terbatas pada triwulan II-2021 sebesar 1,10 persen (yoy)," kata Erwin.

Baca juga: Situs jual beli properti ini sebut masih banyak orang cari hunian

Berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan pengembang masih mengandalkan sumber dari non-perbankan untuk pembiayaan pembangunan properti residensial.

Pada triwulan I-2021, menurut dia, pembiayaan pembangunan properti yang bersumber dari dana internal pengembang mencapai 65,45 persen dari total kebutuhan modal.

"Dari sisi konsumen, fasilitas KPR menjadi preferensi utama sumber pembiayaan dalam pembelian properti residensial dengan pangsa mencapai 73,67 persen dari total pembiayaan," kata Erwin.

Baca juga: 285 ribu meter persegi properti ritel Jakarta masuk pasar tahun ini

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar