Jurnalis diseru ulama berjihad bela Palestina dengan tangkal hoaks

Jurnalis diseru ulama berjihad bela Palestina dengan tangkal hoaks

Proses pembubuhan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina saat peluncuran Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina di Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (27/5/2021). (FOTO ANTARA/Riski Maruto/21)

Membantu Palestina di tengah gempuran agresi zionis Israel adalah semata-mata sebagai bentuk nilai kemanusiaan.
Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah ulama di Kota Pekanbaru mengajak jurnalis untuk berjihad membela Palestina dengan menyajikan berita yang benar demi menangkal hoaks atau berita bohong yang banyak beredar.

"Senjata kita sebagai jurnalis adalah HP (handphone) dan kamera, jadi mari pergunakan untuk menyajikan fakta yang benar," kata ustadz Muhammad Yunus Lubis saat peluncuran Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina di Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis.

Menurut ulama yang tergabung dalam Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) wilayah Provinsi Riau ini, membantu Palestina di tengah gempuran agresi zionis Israel adalah semata-mata sebagai bentuk nilai kemanusiaan.

"Apapun agamanya mari bantu Palestina. Nanti HP kita, kamera kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT , dipergunakan untuk apa saja alat itu?," kata Muhammad Yunus.

Sementara perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau ustazd Zulhusni Domo mengatakan Palestina adalah saudara Indonesia karena negara yang paling awal mengakui kemerdekaan Republik Indonesia sehingga sudah selayaknya masyarakat di Tanah Air membela Palestina.

Selain itu, lanjutnya, hal lain yang menjadikan Palestina layak dibela adalah negeri itu adalah tempat lahirnya para nabi dan di sana banyak makam nabi atau rasul.

"Di Palestina juga ada Masjid Al Aqsa yang merupakan tempat tujuan Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi'raj. Sehingga sudah sepantasnya kaum Muslim mendukung kemerdekaan Palestina dari segala bentuk jajahan Israel," kata Zulhusni.

Usai menyampaikan ceramah dan pandangannya terhadap Palestina, kedua ustadz tersebut kemudian membubuhkan tanda tangan di lembaran putih sebagai bentuk dukungan untuk pembebasan Palestina.

Acara Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) itu digagas oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Riau dengan melakukan berbagai kegiatan seperti penggalangan dana maupun aksi-aksi solidaritas lainnya.

"Sudah ada beberapa daerah ACT di Indonesia yang meluncurkan KIPP. Kita berharap aksi ini lebih terorganisir dan terasa manfaatnya untuk rakyat Palestina," kata Wahyu selaku perwakilan dari ACT Wilayah Riau.

Baca juga: Israel bunuh 46 wartawan Palestina sejak tahun 2000

Baca juga: Masjid Alfalah Riau datangkan imam asal Palestina

Baca juga: Jurnalis Israel-Palestina Beri Contoh Sikap Damai

Baca juga: Puluhan jurnalis Palestina akui diblokir akun WhatsApp-nya

 

Pewarta: Riski Maruto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ambulans Motor, solusi pertolongan pertama pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar