Kuala Lumpur (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar meminta Pemerintah Malaysia melindungi warga Indonesia karena banyak WNI yang dilukai, bahkan dibunuh oleh aparat keamanan Malaysia.

"Kami memberikan jaminan kepada pemerintah Malaysia bahwa warganya dijamin aman di Indonesia. Tidak akan ada sweeping warga Malaysia di Indonesia, namun kami juga minta agar Pemerintah Malaysia melindungi warga Indonesia di Malaysia," kata Dubes RI Da`i Bachtiar, dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Jumat.

Berdasarkan keterangan Menlu Malaysia Anifah Aman kepada pers Indonesia dan Malaysia di Putrajaya, Kamis, hingga kini tidak ada warga Malaysia yang dilukai, diperas, apalagi dibunuh oleh rakyat atau aparat keamanan Indonesia. Tapi sebaliknya, ada beberapa kasus warga Indonesia malah dilukai, diperas, bahkan dibunuh oleh aparat kepolisian Malaysia.

Sebagai contoh kasus pemukulan wasit Indonesia Donald Kolopita dan pendobrakan paksa pintu rumah ketua PPIM (Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia) di UKM (universitas Kebangsaan Malaysia) oleh aparat Rela, kaki tangan imigrasi Malaysia. Kasus ini terjadi tahun 2007.

Terakhir adalah penembakan tiga TKI asal Madura oleh kepolisian Selangor. Ketiga TKI yang punya izin kerja legal dan diambil baik-baik kemudian ditembak mati dan dibuat cerita bahwa mereka adalah perampok.

Banyak juga laporan TKI yang diperiksa oleh kepolisian Malaysia tapi ujung-ujungnya adalah pemerasan. "Semua persoalan seperti perbatasan, perlindungan terhadap WNI di Malaysia harus diselesaikan oleh kedua pemerintahan agar ke depan nanti tidak mencuat menjadi persoalan," katanya.

"Kedua Menlu Indonesia dan Malaysia sepakat akan bertemu di Kota Kinabalu, Sabah, pada 6 September 2010. Mudah-mudahan berbagai persoalan mengenai perbatasan, TKI dan masalah lainnya cepat diselesaikan agar mengurangi munculnya isu akibat persoalan yang ada belum diselesaikan," kata Da`i yang juga mantan Kapolri.

Dalam jumpa pers itu, Dubes mengatakan, aparat kepolisian Indonesia telah menahan para demonstran yang melemparkan kotoran manusia ke Kedubes Malaysia dan membakar bendera Malaysia. "Kini sedang diselidiki berbagai bukti untuk menyeret mereka ke pengadilan," katanya.
(A029/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010