Surakarta gandeng pihak ketiga untuk percepat vaksinasi warga lansia

Surakarta gandeng pihak ketiga untuk percepat vaksinasi warga lansia

Arsip Foto. Petugas medis memeriksa data warga lansia yang hendak menjalani vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (13/4/2021). (ANTARA FOTO/Maulana Surya)

Solo (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Surakarta di Provinsi Jawa Tengah akan menggandeng pihak ketiga untuk mendukung percepatan pelayanan vaksinasi COVID-19 pada warga lanjut usia (lansia).

"Kami akan menggandeng Shopee untuk percepatan vaksinasi lansia ini. Nanti sebagai panitianya mereka, vaksin dari kami dan penanggung jawab tetap kami," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Jumat.

Kerja sama itu, menurut dia, akan dijalankan dalam penyelenggaraan pelayanan vaksinasi COVID-19 bagi warga lansia dari 7 sampai 9 Juni 2021 dengan target 5.000 orang.

Dalam hal ini, ia menjelaskan, Shopee selaku perusahaan mitra akan mengerahkan tim untuk menyisir dan menjemput warga lansia yang belum menjalani vaksinasi.

"Mereka kan anak muda, lebih kreatif. Saya minta agar menyisir lansia," katanya.

Dinas Kesehatan Kota Surakarta sebelumnya menargetkan vaksinasi COVID-19 sudah mencakup 49.000 warga lansia pada akhir Mei 2021 namun sampai saat ini vaksinasi baru mencakup 41.481 warga lansia.

Cakupan vaksinasi COVID-19 pada warga lansia baru 80-an persen, masih rendah ketimbang cakupan vaksinasi pada kelompok sasaran sumber daya manusia bidang kesehatan (114 persen) dan pekerja di sektor pelayanan publik (206 persen).

Guna memudahkan warga lansia mengakses pelayanan vaksinasi, Dinas Kesehatan sudah tidak mewajibkan warga lansia melakukan pendaftaran awal. Mereka bisa langsung datang ke tempat pelayanan kesehatan terdekat dengan membawa kartu tanda penduduk untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

"Sudah tidak perlu surat keterangan domisili, yang penting minimal berdomisili selama tiga bulan, yang penting jujur. Ini program bersama jadi harus di-sengkuyung (didukung) bersama. Masalah COVID-19 kan tanggung jawab bersama, harus menggandeng seluruh kekuatan yang ada, siapapun yang mau bantu silakan, tetapi khusus lansia," kata Siti.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka juga mengemukakan perlunya penerapan strategi "jemput bola" untuk mempercepat pelayanan vaksinasi pada warga lansia.

"Memang yang harus jemput bola ada beberapa, tadi kebanyakan diantar anak dan cucu, enggak semua tempat dijemput," katanya.

Ia menambahkan, mulai pekan depan vaksinasi COVID-19 akan dilakukan pada masyarakat umum.

"Tetapi sasarannya kami tentukan, mau saya arahkan ke keluarga tenaga kesehatan karena mereka riskan terpapar. Selain itu, kami sasar juga zona yang dari dulu tidak pernah hijau, misalnya Kelurahan Bumi dan Pajang, yang oranye kami hijaukan, sehingga anak-anak bisa segera masuk sekolah. Juni nanti vaksin melimpah," katanya.

Baca juga:
Jawa Tengah percepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada warga lansia
105 angkot dikerahkan untuk antar lansia jalani vaksinasi di Bandung


 

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemerintah dorong daerah evaluasi strategi percepatan vaksinasi lansia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar