FPAN: Kemlu jalin komunikasi tingkat tinggi hentikan masalah Palestina

FPAN: Kemlu jalin komunikasi tingkat tinggi hentikan masalah Palestina

Anggota Komisi XI DPR Saleh Partaonan Daulay. ANTARA/Indra Arief Pribadi/aa.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menjalin komunikasi tingkat tinggi di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menghentikan persoalan di Palestina.

Menurut dia, persoalan di Palestina bukan soal agama namun terkait kemanusiaan sehingga persoalan tersebut harus benar-benar dihentikan.

Baca juga: DPR: Mendukung kemerdekaan Palestina bagian amanat UUD 1945

"Kenapa penyelesaian tersebut sangat penting? Karena persoalan di Palestina bukan soal agama namun kemanusiaan, dan setiap masalah kemanusiaan, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) harus benar-benar dihentikan," kata Saleh Daulay dalam diskusi bertajuk "Membangun Solidaritas Internasional Menuju Palestina Merdeka" yang dilakukan secara daring dan luring, di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, warga Indonesia harus ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi bangsa Palestina karena untuk menjalankan amanat konstitusi.

Hal itu, menurut dia, tertuang dalam pembukaan UUD 1945, yakni salah satu tujuan berbangsa-bernegara adalah menciptakan perdamaian dunia dan menghapuskan penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan.

Baca juga: Anggota DPR ingin kebijakan boikot produk Israel

"Kalau kita warga negara Indonesia maka amanat konstitusi harus diamalkan. Tujuan kita adalah ikut menjaga ketertiban dunia," ujarnya.

Saleh menilai Indonesia yang diakui sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar mampu melakukan langkah-langkah mendamaikan Palestina-Israel.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI itu, saat ini kurang ada persatuan-kesatuan dalam OKI untuk menyelesaikan persoalan di Palestina sehingga Indonesia bisa mengambil peran menyelesaikan masalah tersebut.

Baca juga: Anggota DPR minta audit dana bantuan buat Palestina

"Saya melihat kepentingan negara-negara besar dalam persoalan di Palestina misalnya Amerika Serikat, Rusia, dan China ikut ambil bagian. Indonesia bisa masuk untuk mengatasi masalah di Palestina dengan baik," katanya.

Saleh menegaskan bahwa bangsa Indonesia saat ini pantas maju kedepan untuk membela Palestina sehingga kesejahteraan bisa diperoleh bangsa tersebut.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Atasi kelangkaan obat COVID-19, DPR akan koordinasi dengan Pemerintah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar