Gubernur: Sulteng daerah potensial tujuan investasi

Gubernur: Sulteng daerah potensial tujuan investasi

Dokumentasi - Gubernur Sulteng Longki Djanggola memberikan keterangan kepada wartawan di Palu, Rabu, terkait dengan penyediaan infastruktur penunjang KEK Palu saat mendampingi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Potensi yang ada di kabupaten dan kota di Sulteng harus menjadi daya tarik minat para calon investor, untuk berinvestasi
Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola mengemukakan Sulteng merupakan satu provinsi di Indonesia yang sangat potensial untuk menjadi tujuan investasi, seiring banyaknya potensi SDA yang dimiliki daerah ini.

"Iya, ini butuh dukungan semua pihak utamanya pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota di Sulteng, serta pemerintah pusat untuk mewujudkan iklim investasi yang kondusif," ucap Longki Djanggola dalam kegiatan Central Sulawesi Investment yang dibuka secara resmi oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia secara virtual.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka perayaan HUT Provinsi Sulteng ke 57 tahun, yang bertemakan "57 tahun Sulawesi Tengah membangun, dengan kawasan industri untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat".

Dengan potensi SDA yang dimiliki, kata Gubernur, harus menjadi peluang bagi daerah tingkat kabupaten/kota untuk menghadirkan investor untuk berinvestasi, demi percepatan pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat.


Baca juga: Menteri Investasi sebut Sulteng masuk tiga besar invetasi terbaik

Baca juga: Menteri Bahlil nilai perlu dukungan APBN bangun infrastruktur KEK Palu



"Potensi yang ada di kabupaten dan kota di Sulteng harus menjadi daya tarik minat para calon investor, untuk berinvestasi," sebutnya.

Gubernur berharap pemerintah pusat di Jakarta khususnya Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal agar menjadikan Sulteng sebagai satu daerah di Indonesia sebagai tujuan investasi.

Gubernur juga berharap kepada investor yang berinvestasi di Provinsi Sulawesi Tengah agar memanfaatkan pelayanan Bank Sulteng yang ada di Jakarta, sebagai sarana transaksi penunjang kegiatan berinvestasi.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan tersebut mengemukakan bahwa Sulteng menjadi satu provinsi di Indonesia yang turut menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.


Baca juga: Realisasi investasi di Sulteng tahun 2020 capai Rp30,88 triliun


Bahlil menerangkan pada Tahun 2020 Sulteng diberikan target capaian investasi sebesar Rp25 triliun. Sulteng mampu memberikan realisasi lebih dari target sebesar Rp30 triliun.

Karena itu, Bahlil mengajak para bupati/wali kota Se-Sulteng untuk memberikan kemudahan perizinan di daerah bagi para pengusaha, agar iklim investasi semakin meningkat.

"Menahan ijin seorang pengusaha/investor, sama dengan menahan pertumbuhan ekonomi, sebab pertumbuhan ekonomi itu akan dilakukan ketika ada transaksi," katanya.

Bahlil percaya ke depan pertumbuhan ekonomi di Sulteng semakin membaik, ia mengimbau dan mengajak calon investor untuk membuka usahanya di Sulawesi Tengah.

"Teman-teman investor monggo, Sulawesi Tengah adalah surga kecil yang jatuh di bumi yang belum terurai dengan baik," kata Bahlil.



Baca juga: PT Vale investasi 1,94 miliar dolar AS di Sulteng untuk proyek nikel


Baca juga: Lima negara Asia dominasi investasi di Sulteng

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dua kementerian sepakati investasi ekonomi kreatif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar