Ini jurus Telkomtelstra wujudkan keseteraan gender di tempat kerja

Ini jurus Telkomtelstra wujudkan keseteraan gender di tempat kerja

G20 Empower yang dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (kedua dari kiri) Chief Financial Officer Telkomtelstra, Ernest Hutagalung (kedua dari kanan)

Jakarta (ANTARA) -- Perusahaan teknologi informasi Telkomtelstra berkomitmen untuk konsisten mewujudkan kesetaraan gender di tempat kerja. Salah satu upayanya adalah dengan mendorong keterwakilan perempuan pada pimpinan perusahaan. 

"Selain membuat kebijakan yang mendorong keterwakilan perempuan di jajaran pimpinan, perusahaan juga harus ikut mencari solusi agar tetap bisa duduk di posisi pimpinan dengan peran ganda di keluarga yang ia miliki," ujar Chief Financial Officer Telkomtelstra, Ernest Hutagalung di acara G20 Empower di Jakarta, Jumat.

Ernest menambahkan, ketika proses rekrutmen atau promosi, pihaknya mengusahakan agar kandidat laki-laki dan perempuan seimbang. 

"Semakin kami memperbanyak kandidat dalam proses promosi, maka peluang banyaknya kandidat perempuan juga semakin tinggi," tambahnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengapresiasi perusahaan di Indonesia yang telah berkomitmen dan memiliki praktik baik dalam memberikan penguatan kapasitas, membuat kebijakan, mengatasi isu ketenagakerjaan perempuan, dan memfasilitasi keterwakilan perempuan sebagai pimpinan di perusahaan.

"Komitmen para pimpinan perusahaan untuk memberikan tempat yang setara bagi perempuan menjadi hal yang penting untuk diperjuangkan. Hal ini tentunya harus kita wujudkan bersama-sama, tidak hanya lintas sektor dalam negeri, tetapi juga secara internasional," ujarnya di acara G20 Empower di Jakarta, Kamis.

Kemen PPPA mempunyai lima isu prioritas berdasarkan arahan Presiden, salah satunya adalah kewirausahaan berperspektif gender, yang fokus pada keluarga pra sejahtera, perempuan kepala keluarga dan perempuan penyintas. Diharapkan terjalin kerja sama dan kolaborasi dengan dunia usaha untuk mendukung terwujudnya lima isu prioritas ini.

"Mudah-mudahan praktik baik yang sudah dilakukan perusahaan yang sudah ramah perempuan bisa dilaksanakan di perusahaan lainnya. Komitemen yang disampaikan oleh perusahaan menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan perempuan berdaya dan Indonesia maju," tukasnya.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar