Kemarin pemerintah siapkan Rp270 miliar untuk Kampus Merdeka Vokasi

Kemarin pemerintah siapkan Rp270 miliar untuk Kampus Merdeka Vokasi

Kegiatan bimbingan teknis implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di tingkat program studi yang digelar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). ANTARA/HO-UMP/am.

Jakarta (ANTARA) - Kemarin pemerintah menyatakan telah menyiapkan dana Rp270 miliar untuk program Kampus Merdeka Vokasi dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyampaikan penjelasan perihal vaksin COVID-19.

Selain itu ada warta mengenai peningkatan okupansi tempat tidur pasien di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 serta perkembangan pelaksanaan vaksinasi yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Pemerintah siapkan Rp270 miliar untuk Kampus Merdeka Vokasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyiapkan dana Rp270 miliar untuk Program Merdeka Belajar 11: Kampus Merdeka Vokasi. Perinciannya, Rp90 miliar untuk program SMK-D2 jalur cepat dan program peningkatan program studi D3 menjadi sarjana terapan (D4) dan Rp180 miliar untuk pengembangan Pusat Unggulan Teknologi, hilirisasi produk riset terapan, dan perusahaan rintisan kampus vokasi yang dibangun bersama industri.

Satuan Tugas: Vaksin COVID-19 tidak mengandung magnet

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito menegaskan bahwa vaksin COVID-19 tidak mengandung magnet dan menyatakan bahwa koin bisa menempel pada kulit karena keringat atau gaya gesek yang menimbulkan daya magnet.

Okupansi tempat tidur pasien di rumah sakit rujukan meningkat

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyatakan, peningkatan keterpakaian tempat tidur pasien di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 harus menjadi alarm keras bagi semua pihak.

Pemerintah telah mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pada Juni

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan terjadi lonjakan kasus penularan COVID-19 pada Juni 2021, menyusul peningkatan mobilitas warga pasca-Lebaran.

10,4 juta lebih penduduk Indonesia telah selesai jalani vaksinasi COVID-19

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penduduk yang sudah selesai menjalani vaksinasi COVID-19 bertambah 126.403 orang menjadi total 10.486.399 orang pada 28 Mei 2021. Sedangkan jumlah penduduk yang sudah mendapat suntikan pertama vaksin COVID-19 bertambah 297.364 orang menjadi 16.000.947 orang.
 

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mendikbud: magang Kampus Merdeka tidak sama dengan vokasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar