Indonesia dukung program ASEAN dan PBB terkait isu pelaut

Indonesia dukung program ASEAN dan PBB terkait isu pelaut

Delegasi Indonesia pada pertemuan Intersessional Discussion on COVID 19: Responses of ASEAN Member States to Seafarer’ Access to Crew Change, Repatriation, and National Vaccination Programmes yang dilaksanakan secara virtual dengan Thailand sebagai tuan rumah.  ANTARA/HO-Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub.

Indonesia sepakat bahwa pelaut adalah pekerja kunci
Jakarta (ANTARA) - Indonesia mendukung sejumlah program ASEAN dan PBB terkait isu pelaut antara lain dengan mendukung dan melaksanakan vaksinasi nasional kepada pelaut yang memiliki peran sebagai pendukung perekonomian.

"Indonesia sepakat bahwa pelaut adalah pekerja kunci. Berawal dari Pernyataan Bersama pada pertemuan The International Maritime Virtual Summit on Crew Changes tanggal 9 Juli 2020, Indonesia mengakui pentingnya peran pelaut sebagai tulang punggung perekonomian,” kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Hermanta dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Hal itu dia sampaikan saat mengetuai Delegasi Indonesia pada pertemuan Intersessional Discussion on Covid 19: Responses of ASEAN Member States to Seafarer’ Access to Crew Change, Repatriation, and National Vaccination Programmes yang dilaksanakan secara virtual dengan Thailand sebagai tuan rumah.

Pertemuan yang dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 27–28 Mei 2021 ini diikuti oleh 9 negara ASEAN, 3 dialogue partners (FASA, Korea Selatan, dan China), serta ASEAN dan Organisasi Maritim Internasional (IMO) sebagai badan agensi khusus PBB.

Ia memaparkan, Indonesia telah memfasilitasi pergantian awak kapal dan repatriasi pemulangan pelaut sejak 24 April 2020. Hingga saat ini, Indonesia telah memfasilitasi crew change sebanyak 6.563 pelaut, dan memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia sebanyak 57.142 orang.

Pada kesempatan tersebut Indonesia juga memaparkan tentang program vaksinasi nasional bagi pelaut, termasuk berbagai regulasi nasional tentang vaksinasi COVID-19 mulai dari peraturan di tingkat Presiden dan Menteri hingga Petunjuk Teknis Keputusan Dirjen Perhubungan Laut.

“Di Indonesia, vaksinasi pelaut menjadi perhatian khusus Kementerian Perhubungan. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 dalam pelaksanaan vaksinasi untuk pelaut, termasuk program vaksinasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi pelaut sudah dimulai lebih awal di Bali di mana Gubernur Bali mengimbau para pelaut Bali untuk mendaftar ke Pemerintah atau melalui serikat pelaut Indonesia secara gratis untuk dimasukkan ke dalam daftar vaksin prioritas dari total target sebanyak 15.000 pelaut pada akhir 2021.

Adapun hingga tanggal 6 Mei 2021, sebanyak 8.123 vaksinasi telah diberikan total 1.487 orang sudah mendapatkan suntikan dosis kedua sehingga pelaut yang mengikuti program pertama sudah divaksinasi lengkap. Program ini pun masih berjalan menyesuaikan kebutuhan para pelaut.

Di level internasional, dalam Pertemuan ke-103 The Maritime Safety Committee, Indonesia mendukung rancangan Resolusi terhadap Rekomendasi untuk Memprioritaskan Program Vaksinasi bagi Pelaut.

“Untuk mempublikasikan pelaksanaan vaksinasi bagi pelaut di media sosial, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah merumuskan Tagline Indonesian Heroes yang merupakan singkatan dari Indonesian Healthy and Ready Onboard Seafares, agar pelaksanaannya dapat tersosialisasi lebih luas kepada masyarakat,” kata Hermanta.

Turut hadir sebagai delegasi Indonesia antara lain perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, serta Delegasi dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Pemerintah jamin kelancaran tol laut saat pengendalian transportasi
Baca juga: BKI kembali peroleh wewenang sertifikasi statutoria kapal Indonesia
Baca juga: Indonesia masuk kriteria "White List Tokyo MoU"

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenhub perketat syarat perjalanan darat wilayah aglomerasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar