Ditemukan peralatan dari tulang dan batu di Situs Gua Pangeran

Ditemukan peralatan dari tulang dan batu di Situs Gua Pangeran

Prof Herry Truman Simanjuntak (ANTARA/novi abdi)

Balikpapan (ANTARA) - Tim Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) menemukan berbagai tinggalan di situs Gua Pangeran di kawasan karst tak jauh dari wilayah yang akan menjadi ibu kota negara yang baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Kami temukan berbagai peralatan dari batu, tulang, dan kerang,” kata Ketua Tim Arkenas Prof Harry Truman Simanjuntak di Balikpapan, Minggu.

Peralatan tersebut antara lain tulang yang dibentuk seperti spatula. Para peneliti menemukannya setelah melakukan eskavasi atau penggalian secara cermat sejumlah bagian di Gua Pangeran.

Baca juga: Survei arkeologi di Pulau Kisar-Maluku temukan 20 titik gua dan ceruk

Menurut Prof Simanjuntak, temuan ini menunjukkan kemungkinan peradaban manusia sudah ada di kawasan ujung barat laut Teluk Balikpapan tersebut.

Dari peralatan yang ditemukan dan lokasi ditemukannya, yaitu di gua karst, diperkirakan berasal dari Zaman Batu atau masa praaksara (sebelum ada huruf dan tulisan) kira-kira 10 ribu tahun yang lalu. Di masa itu manusia masih mengumpulkan makanan dari alam dan masih tinggal di gua-gua.

Menurut Prof Simanjuntak, temuan di Gua Pangeran sangat lengkap. Ada peralatan dari batu, ada yang dari tulang. Alat-alat itu tampak dibuat rapi.

Selain itu tim juga menemukan tulang manusia, yaitu tulang lengan. Ada juga ditemukan sisa-sisa pembakaran atau semacam perapian, yang diduga untuk berdiang ataupun memasak makanan.

“Alat-alat batu yang mereka ambil, kemungkinan besar batunya didapat dari sungai, dibawa ke gua, dikerjakan dijadikan alat,” papar Prof Simanjuntak.

Sejauh ini, temuan serupa juga didapat di gua-gua di kawasan karst Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Juga terkenal cap-cap tangan merah di dinding gua-gua karst di Sangkulirang, Kabupaten Berau.

Atas temuan-temuan ini, Prof Simanjuntak menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penggalian sambil mengumpulkan data-data lainnya. Ia berharap menemukan lebih banyak lagi artefak sehingga dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai perikehidupan di masa itu. ***

Baca juga: Arkeolog temukan jejak kehidupan manusia prasejarah di Tambrauw
Baca juga: Arkeolog temukan 'kota firaun Mesir kuno' di dekat Luxor
Baca juga: Taman arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu dibuka kembali untuk umum


Pewarta: Novi Abdi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Arkeolog temukan fosil berusia 550 juta tahun di hulu Sungai Yangtze

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar