Sejumlah provinsi berpotensi hujan disertai kilat dan angin kencang

Sejumlah provinsi berpotensi hujan disertai kilat dan angin kencang

Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memperlihatkan aplikasi Global Atmosfer Global Kualitas Udara (GAWKU) di Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (1/5). Aplikasi GAWku, produk dari BMKG Stasiun GAW Bukit Kototabang bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), tersebut digunakan untuk pemantauan atmosfer, peringatan dini cuaca, prakiraan cuaca harian, hari tanpa hujan, pantauan titik panas (hot spot) melalui telepon genggam pintar berbasis Android. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/ama.

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini perihal potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia pada Senin (31/5).

Dalam peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang, seperti di Aceh, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini hujan level waspada di Sumsel

Baca juga: BMKG ingatkan potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia


Selanjutnya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Lampung, Papua, Papua Barat, Riau. Lalu di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan.

Khusus di wilayah DKI Jakarta, potensi hujan disertai kilat dan angin kencang dengan durasi singkat terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan pada siang dan sore hari.

Sementara di Jawa Barat, potensi hujan disertai kilat dan angin kencang pada siang atau sore hari hingga malam hari diprakirakan terjadi di Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Karawang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Bandung Raya, Indramayu, dan Sumedang.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan lembaganya hingga kini masih menghadapi tantangan terkait upaya penyebaran informasi peringatan dini agar masyarakat lebih waspada.

Dwikorita mengatakan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG tidak selalu menarik maupun mendapat perhatian masyarakat, contohnya saat mengeluarkan peringatan dini dampak Siklon Tropis Seroja.

"Ada pakar sosial media yang menganalisis saat peringatan dini dikeluarkan, menjadi tren yang naik. Tapi, kemudian kalah dengan trendingnya yang lain, jadi peringatan dini dianggap tidak menarik," kata Dwikorita.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini potensi hujan petir di Jabodetabek

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Budapest naikkan peringatan gelombang panas ke level tertinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar