Warga Badui cintai Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa

Warga Badui cintai Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa

Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mencintai Pancasila sebagai ideologi negara yang mampu mempersatukan bangsa mulai  Sabang sampai Merauke. (ANTARA)

Kami hidup di sini merasa tenang, damai dan aman karena berkat menerapkan Pancasila itu
Lebak (ANTARA) - Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mencintai Pancasila sebagai ideologi negara yang mampu mempersatukan bangsa mulai dari Sabang sampai Merauke.

"Kita harus menjaga, mempertahankan dan mengamalkan Pancasila itu," kata Pemuka Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Jaro Saija di Lebak, Selasa,

Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh 1 Juni itu, di kawasan permukiman Badui dilaksanakan cukup sederhana, dan masyarakat tetap seperti biasa melaksanakan kegiatan bekerja di ladang kebun.

Masyarakat Badui yang berpenduduk 11.800 jiwa itu sangat mencintai ideologi Pancasila, karena mampu meningkatkan kesejahteraan.

Sebab, kata dia, ideologi Pancasila itu mampu mempersatukan bangsa tanpa membedakan agama, suku, bahasa, dan adat.

Bahkan, perbedaan itu semakin kuat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, juga kehidupan masyarakat merasa damai, kondusif, dan aman.

Pancasila juga melindungi masyarakat yang memiliki perbedaan keyakinan mulai Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, dan kepercayaan dapat melaksanakan ibadah masing-masing dengan tenang dan khusyuk sesuai dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Masyarakat Badui dalam kehidupan sehari-hari mengamalkan dan menerapkan Pancasila dengan menjaga kawasan hutan agar lestari dan hijau, juga saling mencintai, tolong-menolong dan bersikap toleransi sesama anak bangsa.

Selama ini, nilai-nilai Pancasila juga dapat mewujudkan persatuan dan persaudaraan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bahkan, kata dia, banyak warga dari berbagai daerah di Tanah Air, termasuk warga asing yang datang ke sini tentu masyarakat Badui menyambut dengan senang hati seperti saudara sendiri.

Masyarakat Badui juga sangat menghormati dan menghargai dan hingga kini belum ada warga Badui yang terlibat masalah hukum.

"Kami berharap bangsa ini ke depan semakin baik dan maju di tengah pandemi COVID-19 dengan ideologi Pancasila itu," katanya menjelaskan.

Santa (45), warga Badui Luar mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Pancasila, meski tidak menerima pendidikan bangku sekolah.

Sebab, kata dia, ideologi Pancasila itu sakti hingga mampu mempersatukan kehidupan masyarakat dalam bingkai NKRI.

Karena itu, momentum Hari Lahir Pancasila semua elemen masyarakat mampu menjaga dan melestarikan dengan kehidupan yang rukun tanpa terjadi perpecahan.

Selama ini, kata dia, kehidupan masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hidup dengan damai, tenteram dan aman.

Bahkan, menurut dia, sepanjang hidup bahwa masyarakat Badui belum pernah terjadi konflik sosial maupun perpecahan, apalagi sampai melakukan perlawanan terhadap pemerintah.

Sebab, prinsip hidup warga adat melaksanakan dari leluhur harus berbuat baik sesama manusia, juga lingkungan sekitar.

Selain itu, masyarakat Badui berpegang teguh terhadap ideologi Pancasila, karena bisa mempersatukan bangsa Indonesia.

"Kami hidup di sini merasa tenang, damai dan aman karena berkat menerapkan Pancasila itu," katanya menjelaskan.
Baca juga: Masyarakat Badui minta Pancasila dan UUD 45 diperkuat
Baca juga: Warga Badui cinta Pancasila

 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Syarat STRP berlaku, stasiun MRT sepi penumpang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar