Perkuat kerja sama perdagangan, Mendag bertolak ke Rusia

Perkuat kerja sama perdagangan, Mendag bertolak ke Rusia

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong di kawasan industri Jababeka, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/pri.

Upaya ini juga dalam rangka membuka pasar Indonesia di negara-negara tujuan ekspor nontradisional sekaligus mencari solusi bersama pemulihan ekonomi yang telah terimbas pandemi COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bertolak ke Rusia, untuk melaksanakan mandat Presiden Joko Widodo, meningkatkan kerja sama perdagangan dengan berbagai negara di dunia, khususnya negara-negara tujuan ekspor nontradisional.

"Indonesia ingin memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama khususnya dengan Rusia, termasuk juga negara-negara lain yang tergabung dalam Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Kerja sama ini diharapkan membuka peluang peningkatan ekspor Indonesia dan investasi Rusia di Indonesia," kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Rabu.

Pada kunjungan kerja ke Rusia yang berlangsung pada 3-5 Juni 2021, Mendag Lutfi akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral, serta memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara yang tergabung dalam EAEU. Negara-negara EAEU adalah Rusia, Armenia, Belarus, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan.

Sejumlah pertemuan bilateral yang dijadwalkan selama kunjungan kerja Mendag Lutfi ke Rusia, antara lain dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia Denis Manturov; Menteri Bertanggung Jawab atas Integrasi dan Makroekonomi Komisi Ekonomi Eurasia Sergei Glazyef; dan Menteri  Bertanggung Jawab atas Perdagangan Komisi Ekonomi Eurasia Andrey Slepnev.

Baca juga: Anggaran Kemendag 2022 capai Rp2,39 triliun, ini sasaran strategisnya

Mendag menjelaskan, di tengah pandemi COVID-19 dan proteksionisme perdagangan, kemitraan dengan negara-negara lain perlu terus dijalin dan dikembangkan.

"Upaya ini juga dalam rangka membuka pasar Indonesia di negara-negara tujuan ekspor nontradisional sekaligus mencari solusi bersama pemulihan ekonomi yang telah terimbas pandemi COVID-19," ungkapnya.

Pada 2020, nilai total perdagangan Indonesia dengan Rusia tercatat sebesar 1,93 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke Rusia sebesar 970 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Rusia sebesar 960 juta dolar AS.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus 10 juta dolar AS dengan Rusia.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Rusia antara lain minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, kopra, karet alam, dan mentega kakao.

Adapun komoditas impor Indonesia dari Rusia adalah besi dan baja setengah jadi, batu bara, serta pupuk nonorganik atau kimia.

Selain pertemuan bilateral, Mendag Lutfi dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (St Petersburg International Economic Forum/SPIEF) ke-24 di St. Petersburg, Rusia.

Pada SPIEF yang berlangsung pada 2-5 Juni 2021 itu, Mendag Lutfi akan bergabung dalam sesi EAEU-ASEAN Business Dialouge.

Mendag juga akan menjadi pembicara dalam sesi World Expos and International Cooperatioan as Driver of Sustainable Global Development dengan materi bertema "Reviving Trade and Investment in the Midst of Covid-19 Pandemic: Indonesian Perspective".

SPIEF merupakan forum ekonomi dan bisnis yang digelar sejak 1997 dan mulai 2006 diselenggarakan di bawah naungan Presiden Rusia yang menghadiri setiap penyelenggaraan acara tahunan tersebut.

Selama 24 tahun terakhir, SPIEF telah menjadi forum global terkemuka bagi anggota komunitas bisnis dan pemerintah dari berbagai negara untuk bertemu dan membahas masalah ekonomi utama yang dihadapi Rusia bersama EAEU, negara-negara berkembang, dan dunia secara keseluruhan.

Di tengah masih berlanjutnya pandemi COVID-19, SPIEF 2021, yang akan digelar secara hibrida atau daring dan luring dengan protokol kesehatan yang ketat, akan mengangkat tema "A Collective Reckoning of the New Global Economic Reality". Sejumlah program bisnis dan kemitraan, serta agenda sosial akan digelar di forum tersebut.

Beberapa hal yang akan dibicarakan antara lain mencakup pemulihan ekonomi dan kerja sama internasional, termasuk diskusi tentang integrasi Eurasia; transformasi perdagangan global; efektivitas bisnis selama pandemi; pasar energi global; pemulihan pasar dan ketahanan pangan global; serta keberlanjutan sistem perawatan kesehatan nasional.

Baca juga: Rusia targetkan kekebalan kolektif COVID-19 pada musim gugur
Baca juga: Mendag dorong Mayora Group bangun pabrik di Rusia

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemendag dorong ITPC buka pasar ekspor untuk UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar