Jakarta (ANTARA) - Presiden Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-26 (Conference of the Parties/COP26) Alok Sharma menegaskan bahwa perubahan iklim akan dirasakan semua pihak dengan dampaknya yang telah mulai dirasakan saat ini.

"Kita sudah melihat dampak perubahan iklim di seluruh dunia. Kita melihatnya di Indonesia, di berbagai belahan dunia lain. Sains memperlihatkan kepada kita, kita sudah di atas satu derajat dalam kaitannya dengan rata-rata kenaikan temperatur global," kata Alok Sharma dalam diskusi bersama pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, disiarkan virtual di Jakarta, Rabu.

Alok juga menjelaskan telah terjadi kenaikan permukaan laut, kekeringan dan berbagai dampak lain yang bahkan membuat adanya masyarakat yang harus berpindah sebagai akibat tidak langsung dari perubahan iklim.

Baca juga: Presiden COP26: Sepuluh tahun ke depan menentukan nasib bumi

Karena itu, tegasnya, sangat penting untuk membuat kemajuan dan melakukan yang bisa dijalankan untuk menekan kenaikan temperatur global tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius.

"Kenyataannya adalah jika temperatur global terus naik kita akan melihat lebih banyak lagi, ratusan juta orang yang kehidupan dan penghidupannya terdampak," ujar Alok, yang juga merupakan anggota kabinet Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Sebelumnya, Presiden COP26 Alok Sharma tengah melakukan kunjungan ke Jakarta dan melakukan pertemuan dengan perwakilan Indonesia membahas persiapan acara yang akan berlangsung di Glasgow, Inggris pada November 2021 tersebut.

Dia juga telah melakukan diskusi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya yang menjelaskan kesiapan Indonesia dalam menghadapi COP26 dan menegaskan akan memberikan kontribusi terbaik bersama negara-negara di dunia untuk mencapai target upaya pengendalian perubahan iklim global.

Baca juga: Alok Sharma bahas perubahan iklim dengan aktivis lingkungan Indonesia
Baca juga: Alok Sharma: Indonesia bisa pimpin G20 atasi perubahan iklim
Baca juga: KLHK: Pemda ujung tombak mengatasi perubahan iklim

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2021