Sempat anjlok, pengajuan kredit mobil BCA tembus Rp5 triliun sebulan

Sempat anjlok, pengajuan kredit mobil BCA tembus Rp5 triliun sebulan

Ilustrasi: Pengunjung mencoba produk perbankan digital yang ada di BCA Expoversary 2020 di Indonesia Convention Exebation, Tangerang, Banten, Jumat (21/2/2020). BCA Expoversary tahun ini melibatkan kurang lebih tujuh belas merek mobil, tujuh belas merek motor, enam belas developer terkemuka, ratusan tenant ritel, puluhan tenant food & beverages, dan masih banyak lagi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

Kuncinya kita dorong diler mobil masuk platform virtual, pertemukan pembeli, nasabah-nasabah kita, dan masyarakat, sehingga dari yang tadinya cuma Rp80-90 miliar meledak sampai Rp5 triliun
Jakarta (ANTARA) - Predir BCA Jahja Setiaatmadja mengungkap permohonan pengajuan kredit kendaraan bank itu bisa mencapai Rp5 triliun dalam sebulan, berkat diadakan virtual expo yang mempertemukan diler dengan konsumen.

"Kalau kita tidak mempertemukan para konsumer dengan diler mobil atau developer rumah secara virtual, tidak akan terjadi penjualan. Tapi begitu ada virtual expo dalam satu bulan luar biasa dampaknya," kata Jahja Setiaatmadja dalam webinar digitalisasi UMKM dan sistem pembayaran 2025 yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Jahja mengungkapkan sebelum pandemi COVID-19 BCA pengajuan kredit mobil baru bisa mencapai Rp2,5 triliun dalam satu bulan. Saat awal pandemi COVID-19 di Indonesia yaitu pada April 2020 penyaluran kredit anjlok hingga menjadi Rp90 miliar dalam satu bulan.

"Pada saat awal COVID-19 Maret masih oke. April 2020 turun ke Rp90 miliar, Mei Rp180 miliar, saya ingat sekali angkanya Juni cuma Rp400 miliar, bayangkan awalnya Rp2,5 triliun," kata Jahja.

Pada Agustus 2020, lanjut dia, BCA mulai mengadakan virtual expo dan berhasil menaikkan penyaluran kredit menjadi Rp1 triliun. Namun jumlah tersebut belum cukup mengingat pembayaran cicilan mobil per bulannya sekitar Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun.

Jahja mengatakan pada Februari dan Maret 2021 BCA kembali mengadakan virtual expo dan pengajuan kredit langsung mencapai Rp5 triliun.

"Kuncinya kita dorong diler mobil masuk platform virtual, pertemukan pembeli, nasabah-nasabah kita, dan masyarakat, sehingga dari yang tadinya cuma Rp80-90 miliar meledak sampai Rp5 triliun," ujar Jahja.

Dia meyakini daya beli masyarakat golongan ekonomi menengah masih ada di tengah pandemi COVID-19. Namun, kata dia, masyarakat ekonomi menengah tidak memiliki kesempatan untuk membelanjakan uang mereka dikarenakan keterbatasan pergerakan akibat pandemi. Hal itulah, lanjutnya, yang menjadi penyebab kredit masih sangat lemah.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tingkatkan kredit konsumsi, OJK dukung pembebasan PPnBM 3 bulan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar