LIPI bangun kawasan geodiversitas Karangsambung berskema SBSN

LIPI bangun kawasan geodiversitas Karangsambung berskema SBSN

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Ocky Karna Radjasa berbicara dalam webinar nasional "Geodiversitas Membangun Bangsa" yang dipantau di Jakarta, Kamis (3/6/2021). (FOTO ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Situs geologi Karangsambung memang merupakan lantai samudera purba yang muncul di permukaan tanah dan mempunyai kekayaan fosil dan bebatuan alam
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang melakukan pembangunan kawasan geodiversitas Indonesia hingga 2021 di Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp145 miliar.

"Di kawasan ini akan dibangun tiga gedung, yakni gedung geodiversitas, gedung geoconservation, dan gedung dormitori," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Prof. Ocky Karna Radjasa dalam webinar nasional bertajuk "Geodiversitas Membangun Bangsa" yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan pembangunan kawasan biodiversitas itu dimulai sejak 2020 hingga 2021 dengan 400 hari kerja.

Kawasan geodiversitas Karangsambung akan dibangun di lahan seluas 35.000 meter persegi, yang terdiri atas gedung geodiversitas seluas 3.674 meter persegi, gedung geokonservasi seluas 5.000 meter persegi, dan gedung dormitori seluas 4.200 meter persegi.

Selain itu, juga akan dibangun kebun raya mini untuk edukasi kebumian di lahan seluas 22.126 meter persegi di dalam kawasan itu.

Ia menjelaskan gedung geodiversitas berfungsi sebagai laboratorium geoteknologi dan "rock physical storage" untuk penyimpanan sampel batuan.

Sedangkan gedung geokonservasi berfungsi sebagai ruang pamer koleksi batuan dan simulasi, sedangkan gedung dormitori berfungsi sebagai ruang penginapan sekaligus ruang pembelajaran.

Situs geologi Karangsambung, kata dia, memang merupakan lantai samudera purba yang muncul di permukaan tanah dan mempunyai kekayaan fosil dan bebatuan alam.

Setiap tahun ribuan mahasiswa dan pelajar datang ke Karangsambung, Kabupaten Kebumen untuk belajar tentang geologi.

Keberadaan kawasan geodiveristas Karangsambung tersebut dapat menjadi pusat pembelajaran terkait keragaman geologi atau geodiversitas.

Ia menambahkan kawasan geodiversitas Karangsambung itu diharapkan menjadi pusat geodiversitas Indonesia yang memfasilitasi kegiatan pengembangan teknologi yang terkait dengan ilmu kebumian dan menyediakan fasilitas laboratorium terpadu untuk kegiatan edukasi ilmu kebumian.

"Pengembangan dan pemanfaatan kawasan geodiversitas Indonesia diyakini akan memberikan nilai dan makna besar untuk pembangunan berkelanjutan negeri ini sehingga tidak heran kalau dalam hal ini Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) selalu mendukung kegiatan pembangunan ini," demikian  Ocky Karna Radjasa.

Baca juga: LIPI: Karangsambung di Kebumen lantai samudera purba

Baca juga: Geopark Karangsambung diharapkan tingkatkan kunjungan wisatawan

Baca juga: Pascalongsor di jalur Karangsambung, Pusmit Unsoed cek kondisi

 

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar