Perajin tahu Jakarta Timur keluhkan tingginya harga kedelai

Perajin tahu Jakarta Timur keluhkan  tingginya harga kedelai

Evi bersama pekerja tengah memproduksi tahu meskipun harga bahan baku kedelai masih tinggi, Kamis (3/6/2021). ANTARA/Anisyah Rahmawati.

terus merangkak naik sampai Rp15.000 per kilogram
Jakarta (ANTARA) - Perajin tahu di Ciracas, Jakarta Timur mengeluhkan masih tingginya harga bahan baku kedelai setelah libur Lebaran.

Salah satu perajin tahu, Evi mengaku sudah hampir satu bulan ini merasakan tingginya harga kedelai.
Pekerja di pabrik tahu ikut kena getahnya akibat tingginya harga kedelai (ANTARA/ Anisyah Rahmawati)


"Sudah naik dari sebelum bulan puasa, cuma akhir-akhir ini terus merangkak naik sampai Rp15.000 per kilogram ," ujar Evi saat ditemui Antara di tempat kerjanya, Kamis.

Ia mengatakan awalnya harga kedelai hanya Rp9.000 per kilogram, namun sekarang ini menjadi Rp15.000 per kilogram atau naik di atas 60 persen.

Agar usahanya tetap jalan, Evi menyiasati dengan cara menaikkan harga jual tahu yang biasanya Rp400-500 per butir, kini Rp800 per butir naik dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Baca juga: Pengrajin tahu-tempe di Tangerang keluhkan naiknya harga kedelai

"Iya mau bagaimana lagi, kalau dibuat kecil justru makin nambah biaya, karena harus membuat cetakan yang baru lagi," tutur Evi.

Menurut Evi, pelanggan saat ini menurun awalnya biasanya per hari dapat membuat tahu sebanyak tiga kuintal, kini hanya satu sampai dua kuintal yang dapat diproduksi.

"Semoga saja sih cepat turun ya dan omsetnya segera naik, karena kan kasihan pekerja di sini upahnya juga ikut turun," tutupnya.
Tidak kenal lelah memproduksi tahu meskipun harga kedelai terus merangkak naik (ANTARA/ Anisyah Rahmawati)

Pewarta: Anisyah Rahmawati/ Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Koperasi produsen tempe tahu harap bisa impor kedelai sendiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar