Jakarta Pusat lanjutkan uji coba sekolah tatap muka

Jakarta Pusat lanjutkan uji coba sekolah tatap muka

Para pelajar di SMKN 15 Jakarta mengikuti belajar tatap muka perdana di tengah pandemi COVID-19, Rabu (7/4/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/am.

Karena satu pun anak-anak kita tidak ada yang terjangkit Corona
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat  melanjutkan uji coba sekolah tatap muka tahap kedua mulai Senin, 7 Juni karena hasil langkah serupa pada tahap pertama berjalan relatif baik.

"Kita kan sudah melakukan uji coba. Dari uji coba yang kita terapkan, hasil simulasi sebelumnya sudah berjalan baik. Mudah-mudahan pada pelaksanaan (tahap dua) berjalan baik," kata Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis.

Kepala Seksi Pendidikan Menengah Suku Dinas Pendidikan 1 Jakarta Pusat Suharto mengatakan bahwa sekolah yang akan melanjutkan belajar tatap muka merupakan sekolah yang sudah melalui tahap evaluasi (assesment).

Menurut dia, uji coba sekolah tatap muka di Jakarta Pusat dinilai berhasil karena tidak ada satu pun siswa yang terpapar COVID-19 saat uji coba tahap pertama berlangsung pada 7-29 April 2021.

Baca juga: Sekolah tatap muka di DKI berlanjut meski COVID-19 fluktuatif

"Mudah-mudahan sukses. Kenapa saya katakan sukses? Karena satu pun anak-anak kita tidak ada yang terjangkit Corona. Itu sudah kita atur dan terbatas," kata Suharto.

Suharto menjelaskan bahwa uji coba sekolah tatap muka dilakukan dengan terbatas, yakni hanya siswa yang diizinkan orang tuanya yang dapat mengikuti kembali belajar di sekolah.

Selain itu, Pemkot Jakarta Pusat juga telah melakukan seleksi terhadap sekolah yang mengajukan proposal dengan pertimbangan protokol kesehatan yang ketat, serta tenaga pengajar yang sudah divaksin.

Suharto menambahkan bahwa penilaian terhadap efektivitas uji coba sekolah tatap muka kedua ini dilakukan sama seperti pada tahap pertama.

Baca juga: SDN Pulau Tidung 01 Pagi terapkan kelas selang-seling dalam sepekan

"Hanya anak-anak yang diizinkan orang tuanya, gurunya juga seperti itu, sudah divaksin semua, sekaligus fasilitasnya tidak setiap hari, ada yang seminggu sekali, dua kali, selebihnya dilakukan penyemprotan disinfektan," kata Suharto.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Walkot Jakpus tinjau hari pertama PTMĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar