IBL

Arki Dikania Wisnu soal mitos juara IBL harus menangi gim pertama

Arki Dikania Wisnu soal mitos juara IBL harus menangi gim pertama

Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Arki Dikania Wisnu (kanan) berusaha menghadang tembakan Pebasket Pelita Jaya Bakrie Jakarta Reggie William Mononimbar (kiri) dalam gim pertama Final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2021 di Britama Arena, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Satria Muda Pertamina Jakarta menang atas Pelita Jaya Bakrie Jakarta 70-50. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kapten Satria Muda Pertamina Jakarta, Arki Dikania Wisnu, mengaku tidak percaya dengan mitos bahwa sebuah tim harus memenangi gim pertama final untuk menjadi juara IBL.

Tim Arki baru saja memenangi gim pertama final IBL 2021 dengan skor 70-50 atas Pelita Jaya Bakrie Jakarta di Mahaka Square Arena, Jakarta, Kamis.

Jika di gim kedua yang juga dimainkan di tempat sama pada Jumat (4/6), Satria Muda menang, maka mereka akan melanjutkan tren tim-tim yang memenangi gim pertama final menjadi juara IBL dalam tiga edisi sebelumnya.

Baca juga: Satria Muda rebut gim pertama final IBL, menang 70-50 atas Pelita Jaya

"Saya enggak percaya mitos begitu, pada akhirnya siapa yang punya keinginan lebih kuat buat menang, dia yang bakal jadi juara," kata Arki dalam jumpa pers virtual selepas gim pertama.

Arki menjadi penampil terbaik di gim pertama lewat raihan 16 poin, sembilan rebound dan tiga assist untuk kemenangan Satria Muda.

Arki mengaku sudah menekankan kepada rekan-rekannya untuk tidak lekas puas dengan kemenangan gim pertama dan fokus untuk menuntaskan pekerjaan mereka langsung di gim kedua besok demi memenangkan trofi ke-10 bagi Satria Muda sejak liga bola basket memasuki era profesional pada 2003.

Baca juga: Satria Muda ingin tuntaskan pekerjaan di gim kedua final

Sebagai kapten Arki juga selalu berusaha menopang penampilan rekan-rekannya yang membutuhkan bantuan ketika berada di dalam lapangan.

"Saya bilang jangan terlalu beban, karena semua ada perannya masing-masing dan saya siap membantu jika di tengah pertandingan ada yang membutuhkan," katanya.

"Jika ada yang sedang main jelek atau bau (sebutan untuk kondisi pemain yang akurasi tembakannya sedang buruk -red), sebagai senior saya harus siap take the blame," ujar Arki melengkapi.

Semua peran itu dinikmati Arki sebagai keadaan yang sudah niscaya dan tidak mau melihatnya sebagai beban tambahan.

"Saya tidak pernah melihat itu sebagai beban, karena di tim ini ada banyak pemain bagus, Hardianus juga sudah lama main bersama," ujarnya.

"Saya cuma mau main dengan senyaman mungkin, sebagaimana teman-teman lain di tim juga harus bisa main senyaman mungkin," tutup Arki.

Baca juga: Gim pertama final IBL 2021 dalam angka
Baca juga: Pelita Jaya siap paksa final IBL 2021 dimainkan tiga gim

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menpora apresiasi penerapan prokes IBLĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar