Investasi model "focus farm" dapat dorong ekonomi desa

Investasi model "focus farm" dapat dorong ekonomi desa

Webinar Serial Komunitas ynag diadakan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University. (ANTARA/HO-IPB University)

Jakarta (ANTARA) - IPB University menilai bahwa investasi bidang peternakan dengan model "focus farm" merupakan salah satu skema yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

"Contoh skema investasi yang bisa diterapkan di desa pada bidang peternakan adalah dengan model focus farm dalam jangka waktu lima tahun," kata Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Prof Muladno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan menggandeng berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder untuk kerja sama agar semua produk peternakan terintegrasi juga tidak kalah penting.

"Peternak bisa mendapatkan potensi keuntungan hingga 80 persen apabila skema investasi bisa diterapkan," kata Prof Muladno saat membuka webinar Serial Komunitas yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University beberapa waktu lalu.

Baca juga: IPB University lakukan aksi humanis presisi di 17 desa lingkar kampus

Dalam kesempatan itu, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Harlina Sulistyorini mengharapkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat mengembangkan ekonomi skala lokal.

"Ketika BUMDes ini sudah terbentuk dengan baik, kami juga akan menyiapkan pasar dengan menggandeng startup sebagai mitra kerja sama. Tujuannya agar penjualan produk dari masyarakat desa bisa dipasarkan terutama dalam rangka membangkitkan perekonomian pada periode pandemi ini," katanya.

Dalam webinar itu, Social Enterprise, Trihadi Saptoadi menilai bahwa perlu melibatkan filantropi agar masyarakat desa seperti petani dan peternak dapat mempunyai modal usaha dengan biaya yang terjangkau.

"Masyarakat kecil seperti yang ada di desa saat ini agak kesulitan mendapatkan modal untuk usaha karena terbatasnya opsi yang rasional," katanya.

Sementara itu, Pakar Digital Desa, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University Lala M Kolopaking mengatakan bahwa pondasi pada program pembangunan berkelanjutkan (sustainable development goals/SDG’s) adalah tentang climate action serta mengulas kondisi aktual investasi sosial ini dan usaha kreatif.

"Tanggung jawab kita bersama untuk generasi muda yang angkanya akan meledak pada sekitar tahun 2040-an ini adalah menyiapkan calon-calon inovator," katanya.

Baca juga: IPB University gelar halal bihalal daring, hadirkan Quraish Shihab
Baca juga: Rektor IPB University dorong karya Juhaeri Muchtar jadi film animasi
Baca juga: Lawalata IPB University amati burung migran singgah di Indonesia


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden puji bibit unggul IPB 3S

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar