Proyek UNDP tekankan pentingnya budaya hemat energi di Indonesia

Proyek UNDP tekankan pentingnya budaya hemat energi di Indonesia

Webinar "Save Energy, Stay Eco-Friendly" di Jakarta, Jumat (4/6/2021). ANTARA/HO

Jakarta (ANTARA) - Proyek dari lembaga Program Pembangunan PBB atau UNDP yaitu Market Transformation for Renewable Energy and Energy Efficiency (MTRE3) menekankan pentingnya budaya hemat energi seutuhnya di Indonesia.

National Project Manager MTRE3 Project, Boyke Lakaseru dalam rilis di Jakarta, Jumat, menekankan pentingnya kesadaran kaum muda tentang efisiensi energi dan energi terbarukan di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

"Proyek MTRE3 berjalan selama lima tahun mulai dari 2017 hingga 2022 dengan empat wilayah kerja untuk proyek percontohan Energi Baru Terbarukan (EBT), yaitu provinsi Riau, Jambi, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur, dan wilayah kerja proyek percontohan Konservasi Energi (KE) di beberapa kota besar, Jakarta, Bali, Makasar, Semarang,” kata Boyke.

Ia menjelaskan kegiatan yang berkaitan dalam mendorong energi berkeadilan dibutuhkan banyak pihak agar tercapai kesetaraan baik laki-laki maupun perempuan.

Baca juga: Pemerintah ajak generasi muda terapkan hemat energi

Menurut dia, mengedepankan pentingnya hak asasi manusia dan keadilan sosial bagi perempuan maupun laki-laki, serta sudut pandang dari tiap gender, penting untuk diterapkan di berbagai bidang pembangunan untuk memastikan pencapaian tujuan sosial dan ekonomi secara seimbang dan tidak ada yang tertinggal.

Wakil Kepala Perwakilan ‎UNDP Indonesia Sophie Kemkadhze mengatakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni dapat dijadikan momentum untuk menyoroti pentingnya kolaborasi global, dalam rangka memastikan perlindungan terhadap bumi.

Ia menuturkan hidup di era konsumsi dan eksploitasi berlebihan dilakukan bisa mendorong keberadaan bumi menjadi kritis, sedangkan pandemi COVID-19 sedikit banyak telah memaksa manusia untuk melakukan perubahan, baik dari cara mengonsumsi hingga berproduksi.

"Kami merangkul era baru inovasi, di mana kami bertransisi ke tingkat emisi nol dan konsumsi energi terbarukan. Pergeseran ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Kementerian ESDM-UNDP kerja sama penerapan manajemen energi di 3 BUMN

Sophie menjelaskan UNDP melalui Proyek MTRE3 telah mendukung energi terbarukan di Indonesia. Proyek ini mendukung pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan penggunaan energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Selain itu UNDP juga bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) dan otoritas bandara di bandara Jakarta dan Bali untuk mengimplementasikan model operasi hemat energi.

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti mengatakan guna mendukung EBT di Indonesia pihaknya kini tengah mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) EBT.

Dyah Roro Esti menjelaskan aturan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk agar lebih detil dan mendalam mengatur mengenai pengembangan EBT di Indonesia, serta ke depannya EBT tidak hanya menjadi alternatif, tapi juga dijadikan sebagai energi utama.

Baca juga: UNDP dorong percepatan investasi di energi terbarukan

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Program bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi dialihkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar