Kementerian PUPR bangun 107 rumah khusus di Dompu NTB

Kementerian PUPR bangun 107 rumah khusus di Dompu NTB

Kegiatan "groundbreaking" pembangunan rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana alam banjir bandang di Desa Daha, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-Ditjen Perumahan Kementerian PUPR

Pembangunan rumah khusus ini bentuk nyata dan komitmen kita bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun 107 unit rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana alam banjir bandang di Desa Daha, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Satgas Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi NTB-NTT Kementerian PUPR Widiarto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, menyatakan pembangunan rumah khusus tersebut ditargetkan rampung Desember 2021 dan akan dibangun menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (risha).

"Pembangunan rumah khusus ini bentuk nyata dan komitmen kita bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten untuk hadir bersama bagi masyarakat," katanya.

Ia memaparkan rumah khusus yang akan dibangun tersebut adalah sebanyak 107 rumah dengan tipe 36 di tanah milik pemerintah daerah seluas 28.670 meter persegi.

Widiarto menambahkan tempat tinggal merupakan kebutuhan utama untuk meningkatkan harkat dan martabat sebagai manusia.

"Sesuai moto Kementerian PUPR yakni bekerja keras, bekerja cerdas, bergerak, dan bertindak cepat untuk menanggulanginya dan semoga rumah ini selesai sesuai target agar masyarakat dapat menghuni rumah dan lingkungan yang nyaman," katanya.

Sementara itu, Bupati Dompu Kader Jaelani mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu terealisasinya rumah khusus relokasi bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR mulai mengimplementasikan sistem informasi pendataan rumah terdampak bencana untuk membantu masyarakat.

"Pemerintah ikut bertanggung jawab terhadap perlindungan warganya yang terdampak bencana alam. Salah satu pendataan yang diperlukan adalah bagaimana data rumah yang terdampak bencana bisa segera diketahui," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, M Hidayat, sebelumnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, imbuhnya, Ditjen Perumahan telah membuat sebuah mekanisme yang efektif untuk membantu warga yang terdampak bencana dalam hal perumahan dan permukiman.

"Salah satu upaya untuk membantu warga terdampak bencana yang dilaksanakan Ditjen Perumahan adalah dengan pengembangan sistem informasi pendataan rumah terdampak bencana (rutena)," katanya.

Rutena dapat diakses melalui laman https://rutena.djpr.id/. Sistem tersebut telah dilengkapi dengan informasi jenis bencana, media untuk melakukan pendataan cepat, dan media untuk melakukan pendataan mendalam yang akurat karena dapat memberikan penilaian tingkat kerusakan rumah secara otomatis.

Baca juga: Rumah khusus warga terdampak Bendungan Kuningan siap dihuni
Baca juga: Kementerian PUPR bangun 1.000 rumah khusus relokasi bencana di NTT
Baca juga: Kementerian PUPR bangun 158 rumah khusus nelayan di Kepulauan Selayar

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menengok kesiapan RSUP Fatmawati sebagai RS khusus COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar