Infeksi COVID melandai, India longgarkan aturan penguncian

Infeksi COVID melandai, India longgarkan aturan penguncian

Sejumlah pria memakai baju pelindung berdiri di sebelah jasad kerabat mereka, yang meninggal dari komplikasi terkait infeksi virus corona (COVID-19), sebelum dikremasi di halaman krematorium di New Delhi, India, Jumat (4/6/2021). ANTARA/REUTERS/Danish Siddiqui/File Photo/HP/djo.

New Delhi (ANTARA) - India mencatat 114.460 infeksi baru COVID-19 pada Minggu, angka terendah dalam dua bulan, dengan 2.677 kematian, saat sebagian wilayah negara tersebut bersiap melonggarkan penguncian COVID-19.

India menanggung beban infeksi COVID-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat, dengan total 28,8 juta kasus, menurut data Kementerian Kesehatan. Sementara, total kematian COVID-19 di India berjumlah 346.759.

Gelombang kedua COVID-19 yang sebagian besar menghantam daerah pedalaman India belum mereda, namun New Delhi dan sejumlah kota lainnya sedang berupaya agar lebih banyak usaha ekonomi dapat kembali beroperasi. Aturan mobilitas juga akan dilonggarkan mulai Senin.

Negara Bagian Maharashtra, wilayah terkaya di India sekaligus yang terparah mengalami pandemi selama gelombang kedua, pekan ini berencana secara perlahan menghapus penguncian ketat COVID-19 yang diberlakukan pada April.

Para ilmuan memperingatkan bahwa gelombang ketiga COVID-19 berpotensi mengguncang India pada akhir tahun ini, kemungkinan lebih berdampak pada anak-anak.

Selagi otoritas India meningkatkan vaksinasi dalam beberapa pekan terakhir setelah terjadi penundaan, mayoritas dari 1,3 miliar warganya diperkirakan tetap tidak divaksin pada saat potensi gelombang ketiga.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menko Polhukam: Setiap negara punya program kemanusiaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar