Mendag percepat penyelesaian perundingan perdagangan jasa dengan Chile

Mendag percepat penyelesaian perundingan perdagangan jasa dengan Chile

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Chile Rodrigo Alejandro Yáñez Benítez di Moskow, Rusia. ANTARA/HO-Biro Humas Kemendag/am.

IC-CEPA merupakan satu-satunya CEPA yang dimiliki Indonesia dengan negara di benua Amerika. Untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, Indonesia terus melakukan sosialisasi secara berkala dan mendorong para pelaku usaha Indonesia untuk mengoptimalk
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Chile Rodrigo Alejandro Yáñez Benítez di Moskow, Rusia, untuk meningkatkan perdagangan dengan mengoptimalkan implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (IC-CEPA) serta mempercepat penyelesaian perundingan perdagangan jasa.

"IC-CEPA merupakan satu-satunya CEPA yang dimiliki Indonesia dengan negara di benua Amerika. Untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, Indonesia terus melakukan sosialisasi secara berkala dan mendorong para pelaku usaha Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan IC-CEPA. Upaya ini juga dilakukan Chile," jelas Mendag lewat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Baca juga: Kemendag sosialisasikan peluang perjanjian RI-EFTA CEPA ke pengusaha

IC-CEPA diimplementasikan sejak 10 Agustus 2019. Pada 2020, Indonesia mengekspor sejumlah komoditas dengan menggunakan SKA IC CEPA.

"Pada 2020, sebesar 80 persen dari total 144 juta dolar AS ekspor Indonesia ke Chile memanfaatkan skema preferensi IC-CEPA antara lain untuk alas kaki, barang rajutan, barang dari kulit, pakaian jadi bukan rajutan, serta perabotan dan penerangan rumah," ungkap Mendag.

Indonesia dan Chile sepakat melakukan perundingan perdagangan jasa dalam kurun waktu satu tahun. Tim Negosiasi sedang dalam proses perundingan untuk mengejar target penyelesaian yang sudah disepakati kedua pihak.

"Kami berharap perundingan perdagangan jasa dapat dimulai pada pertengahan 2021 seperti yang telah ditargetkan sehingga akan lebih banyak potensi yang dapat dipetik kedua pihak," jelas Mendag.

Baca juga: Anggota perjanjian dagang Trans-Pasifik setuju Inggris mulai bergabung

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemendag, total perdagangan Indonesia dan Chile pada 2020 tercatat sebesar 253,6 juta dolar AS. Ekspor Indonesia ke Chile sebesar 144,7 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Chile sebesar 108,9 juta dolar AS. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus 35,8 juta dolar AS dari Chile.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menelaah manfaat Perjanjian Dagang RCEP bagi Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar