Moeldoko: KSP kawal penyelesaian Bandara Internasional Lombok

Moeldoko: KSP kawal penyelesaian Bandara Internasional Lombok

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meninjau proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid. ANTARA/HO-KSP/am.

Kami akan kawal timeline dan target penyelesaiannya,
Jakarta (ANTARA) -
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Kantor Staf Presiden terus mengawal penyelesaian Bandara Internasional Lombok yang akan digunakan untuk menyambut perhelatan Super Bike dan MotoGP di Indonesia.

Dia menekankan pengembangan bandara yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini siap beroperasi sepenuhnya sebelum perhelatan MotoGP.

“Kami akan kawal timeline dan target penyelesaiannya,” ujar Moeldoko saat meninjau proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid, Senin, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Baca juga: Moeldoko pastikan pengembangan Bandara Lombok selesai tepat waktu

Moeldoko menyampaikan peninjauan proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok bukan kali ini saja. KSP telah melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin serta verifikasi lapangan pada Oktober 2020.

Monitoring dilakukan karena selain merupakan PSN sesuai dengan Perpres Nomor 109 tahun 2020, proyek tersebut juga dilaksanakan untuk nama baik negara.

“Untuk nama baik negara, karena bandara ini merupakan pintu gerbang utama Indonesia dalam menyambut kedatangan wisatawan mancanegara,” tegas Moeldoko.

Moeldoko juga menambahkan, KSP telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura I dan Kementerian PUPR terkait jalan bypass Bandara Internasional Lombok-Mandalika yang mengenai lahan di kawasan bandara.

Baca juga: Moeldoko sebut kasus COVID-19 harus jadi pelajaran bersama

Dalam kesempatan itu Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta yang turut mendampingi Moeldoko menyampaikan, pengembangan Bandara Internasional Lombok tidak hanya bermanfaat untuk mendukung penyelenggaraan Super Bike dan MotoGP, tetapi juga untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Senada dengan Febry, Direktur Utama Angkasa Pura Faik Fahmi mengatakan pengembangan bandara ini dilakukan untuk mendukung penuh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan Super Bike dan MotoGP serta pengembangan pariwisata Lombok dan NTB secara umum.

"Dengan pengembangan ini, nantinya kapasitas terminal Bandara Internasional Lombok akan menjadi dua kali lipat dari saat ini 3,25 juta penumpang per tahun menjadi 7 juta penumpang per tahun," ujar Faik Fahmi.

Baca juga: Sandiaga prediksi 20 ribu penonton padati World Superbike di Mandalika

Proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok ini menelan investasi sekitar Rp1 triliun. Selain memperluas terminal dan fasilitas penunjangnya serta merenovasi terminal eksisting, pengembangan bandara juga dilakukan dengan memperpanjang dan meningkatkan daya dukung landas pacu (runway), memperluas apron sisi barat, mengembangkan fasilitas kargo, serta memperluas area parkir penumpang dan penataan pengunjung bandara (waving gallery).

Runway Bandara Internasional Lombok saat ini sedang dilakukan penambahan panjang dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter serta ditingkatkan daya dukungnya sehingga mampu mendukung operasional pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777 dan pesawat kargo logistik MotoGP.

Proyek perluasan apron sisi barat juga akan meningkatkan kapasitas parkir pesawat dari 18 pesawat narrow body dan 4 pesawat wide body saat ini, menjadi mampu menampung 18 pesawat narrow body dan 6 pesawat wide body.

“Sementara untuk pengembangan fasilitas kargo, luas pelataran terminal kargo akan diperluas dan dibangun akses jalan menuju jalan bypass yang terpisah dengan akses jalan umum ke terminal penumpang. Hal ini akan mendukung kecepatan pengangkutan kargo dari bandara menuju Sirkuit MotoGP Mandalika dan sebaliknya,” jelas Faik Fahmi.
 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Moeldoko sebut isu dana haji untuk infrastruktur menyesatkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar