Indonesia ajak negara ILO pulihkan dampak COVID-19 untuk dunia kerja

Indonesia ajak negara ILO pulihkan dampak COVID-19 untuk dunia kerja

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja Gerakan Non-Blok secara virtual, Jakarta Jumat (4/6/2021) (ANTARA/HO-Kementerian Ketenagakerjaan)

GNB harus mendesak ILO memperkuat dukungan kepada anggota-anggotanya
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi dalam pertemuan Gerakan Non-Blok (GNB) mendorong agar Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization) memperkuat dukungan kepada negara anggota untuk memulihkan dampak COVID-19.

Hal itu dia sampaikan ketika pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Tenaga Kerja anggota GNB secara virtual, menurut keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

"GNB harus mendesak ILO memperkuat dukungan kepada anggota-anggotanya dalam mewujudkan pemulihan dampak COVID-19 terhadap dunia kerja, khususnya dalam tiga isu penting," ujar Anwar, yang mewakili Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Dalam paparannya, Anwar Sanusi menyebut isu pertama yang harus menjadi perhatian ILO yakni memastikan akses vaksinasi COVID-19 yang tepat waktu, terjangkau, dan adil untuk semua negara. Menurutnya, Anggota GNB harus mendesak ILO untuk memperkuat keterlibatannya dengan WHO untuk mewujudkan tujuan itu.

"ILO harus memprioritaskan vaksinasi COVID-19 bagi pekerja kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, serta pekerja kunci dan esensial, termasuk pelaut di semua negara yang terkena dampak," kata Anwar dalam pertemuan yang dihadiri 120 negara anggota GNB itu.

Baca juga: Di forum ILO, Menaker paparkan langkah Indonesia hadapi dampak pandemi

Baca juga: ILO sebut krisis COVID-19 soroti kesenjangan perlindungan sosial

Selain itu dia mendukung upaya GNB mengatasi kesenjangan digital di antara masyarakat di dalam negeri dan antar negara serta memobilisasi peningkatan kerja sama pembangunan termasuk dukungan teknologi dan teknis bagi negara-negara berkembang.

Isu yang lain adalah mengembangkan, menerapkan, dan mengadaptasi rencana respon dan pemulihan nasional yang berpusat pada manusia, atas permintaan negara anggota. Fokus dukungan khusus harus diberikan kepada negara-negara dengan kapasitas terbatas untuk melaksanakan rencana tersebut.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas seputar konflik Palestina dan Israel.

Dia menegaskan pelanggaran berat dan berulang terhadap hukum internasional yang dilakukan oleh Israel melalui pendudukan dan agresi berkelanjutan di wilayah Palestina, secara nyata sangat berdampak pada kondisi sosial-ekonomi, tenaga kerja, dan pekerjaan di Palestina.

Anwar menambahkan, sebagai anggota GNB, baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia telah berkontribusi memberikan bantuan kepada rakyat Palestina, baik di tingkat multilateral maupun bilateral.

"Kami siap bekerja sama dengan negara-negara anggota GNB dan organisasi internasional yang relevan untuk mencapai pemulihan yang berpusat pada manusia, melalui pekerjaan yang layak, dan pertumbuhan yang inklusif untuk semua," demikian Anwar.

Baca juga: Kemenaker sebut korban PHK akan terima berbagai manfaat lewat JKP

Baca juga: ILO: Tak ada pemulihan pasar pekerjaan global hingga setidaknya 2023

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polres Pelabuhan Belawan tangkap sindikat pemalsu data prakerja

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar