Basarnas latih potensi SAR di lima destinasi super prioritas

Basarnas latih potensi SAR di lima destinasi super prioritas

Direktur Bina Potensi Basarnas Mochamad Hernanto, didampingi Kepala Kantor Basarnas Mataram Nanang Sigit PH, memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelatihan potensi SAR di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Senin (7/6/2021). ANTARA/Awaludin

Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menargetkan melatih sebanyak 5.000 orang potensi Search and Resfue (SAR) untuk memberikan dukungan respon cepat terhadap upaya penyelamatan terutama di lima destinasi super prioritas.

"Tahun ini, kami targetkan melatih sebanyak 5.000 orang potensi SAR, termasuk di NTB. Kalau tahun lalu targetnya 10 ribu orang, tapi tidak terpenuhi karena COVID-19," kata Direktur Bina Potensi Basarnas Mochamad Hernanto, usai pembukaan rapat koordinasi dan pelatihan bagi potensi SAR di KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Ia menyebutkan lima destinasi super prioritas yang menjadi perhatian Basarnas adalah KEK Mandalika, Borobudur, Danau Toba, Likupang, dan Labuan Bajo.

Pelatihan yang diberikan berupa respon cepat terhadap upaya penyelamatan korban di perairan laut dan darat (rescue water), penyelamatan dalam kondisi ketinggian, dan pengetahuan dasar pertolongan medis bagi korban.

Baca juga: Basarnas latih potensi SAR lakukan penyelamatan di KEK Mandalika

Baca juga: Basarnas selamatkan 16 penumpang KM Mulin di perairan Halsel


Hernanto mengatakan potensi SAR yang diberikan pelatihan berasal dari unsur TNI-Polri dan kelompok masyarakat lokal, termasuk media unsur jurnalis bisa mengambil peran.

"Potensi SAR yang kita latih berasal dari lokasi terdekat yang tentunya memahami situasi dan kondisi di lapangan," ujarnya.

Menurut dia, pelatihan bagi potensi SAR sangat penting dilakukan karena jumlah personel Basarnas di setiap provinsi relatif terbatas. Di satu sisi, upaya respon cepat terhadap suatu kejadian yang membahayakan nyawa manusia menjadi hal paling utama.

Hernanto menambahkan potensi musibah berupa bencana alam, kecelakaan kapal di perairan dan kecelakaan pesawat serta kondisi membahayakan nyawa manusia tidak bisa diketahui kapan dan di mana akan terjadi.

Oleh sebab itu, Basarnas berkepentingan untuk menggandeng semua pihak agar ikut terlibat dalam memberikan respon cepat terhadap upaya penyelamatan korban.

"Bicara potensi musibah kita tidak tahu kapan, di mana dan musibah apa yang akan terjadi. Untuk itu, Basarnas menyiapkan diri dengan melakukan diseminasi dan pelatihan anggota serta potensi SAR lainnya," katanya.*

Baca juga: Basarnas Banten temukan jasad wisatawan warga Kota Tangerang

Baca juga: Basarnas mencari dua nelayan hilang di perairan Konawe Kepulauan

Pewarta: Awaludin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Buka unit siaga SAR di Muna, Basarnas beri pelatihan kepada 50 potensi SAR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar