Norwegia siap perkuat kerja sama energi terbarukan dengan Indonesia

Norwegia siap perkuat kerja sama energi terbarukan dengan Indonesia

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia Todung Mulya Lubis bertemu dengan Rektor Universitas Stavanger Klaus Mohn. Pertemuan itu dilakukan untuk mendorong kerjasama antara universitas-universitas terkemuka di Indonesia dengan Universitas Stavanger guna menghasilkan pekerja terampil di bidang pelayanan sosial, sektor energi, kesehatan dan sumber daya alam. (ANTARA/HO-KBRI Oslo)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Vegard Kaale mengatakan bahwa Norwegia siap untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam sektor energi terbarukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kaale dalam acara webinar bertajuk "Indonesia-Norway Investment Opportunities in Hydro and Solar Energy in Indonesia" yang berlangsung pada Senin.

Dalam sambutannya pada webinar itu, Kaale menyampaikan bahwa Indonesia dan Norwegia telah menjalin hubungan diplomatik yang baik selama lebih dari 70 tahun, dan hubungan yang baik itu diharapkan dapat terus dikembangkan dalam bentuk kerja sama, termasuk pada sektor energi terbarukan.

Dia menyebutkan bahwa penggunaan energi terbarukan, seperti energi surya dan pembangkit listrik tenaga air (hydroelectric), dapat mengurangi dampak pemanasan global seperti emisi gas yang menjadi polusi udara.

"Norwegia telah memiliki pengalaman yang banyak terkait energi terbarukan. Sekitar 98 persen sumber energi di negara kami berasal dari hydropower (energi air), yakni menggunakan air untuk menciptakan tenaga listrik yang mendukung kehidupan masyarakat di Norwegia," katanya.

Dia pun menyatakan kesediaan Norwegia untuk berbagi pengalaman dan informasi untuk membantu Indonesia mencapai target 23 persen penggunaan energi baru terbarukan (EBT) pada 2025.

Sebagai realisasi dari komitmen itu, sebanyak 43 tenaga profesional Indonesia telah mengikuti program peningkatan kapasitas dan pelatihan energi air (waterways management) di International Center for Hydro Power (ICH) dari Norwegia.

Pada pelatihan itu, para peserta akan mendalami teknis pengelolaan tenaga air, mulai dari operasional, perawatan, serta komponen pembangkit listrik tenaga air dan penanganan sedimentasi.

Sementara itu Dubes Indonesia untuk Norwegia Todung Mulya Lubis menyambut baik hubungan kerja sama pelatihan pengembangan kapasitas tersebut.

Dia mengatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang bertujuan mewujudkan transisi Indonesia menuju penggunaan energi terbarukan.

Dia pun berharap kerja sama dengan Norwegia dapat menjadi langkah awal Indonesia untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca juga: DPR dukung peningkatan kerjasama Indonesia-Norwegia
Baca juga: Kejar target bauran EBT pada 2025, Indonesia jajaki kerjasama hydropower dengan Norwegia
Baca juga: Indonesia dan Norwegia Tingkatkan Kerjasama Energi

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Blok Rokan kembali dikelola BUMN, Erick Thohir ingatkan energi terbarukan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar