Pemerintah resmikan proyek gas Merakes di Kalimantan Timur

Pemerintah resmikan proyek gas Merakes di Kalimantan Timur

Tangkap layar Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) meresmikan proyek gas Lapangan Merakes di Kalimantan Timur. (ANTARA/HO-Kementerian ESDM)

Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada SKK Migas dan ENI Indonesia beserta PHE dan Neptute Energy atas keberhasilan produksi gas di Lapangan Merakes ini
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah meresmikan proyek pengembangan Lapangan Merakes di wilayah kerja East Sepinggan di lepas pantai Kalimantan Timur dengan nilai investasi senilai 1,3 miliar dolar AS.

"Pengembangan Lapangan Merakes ini mendukung peningkatan produksi, sehingga dapat mendukung pemenuhan gas dalam negeri,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Proyek gas Merakes mulai onstream pada April 2021 dan akan mengalirkan produksi gas sebesar 368 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada saat puncak produksi.

Pengembangan Merakes dilaksanakan oleh KKKS Eni East Sepinggan merupakan proyek pengembangan lapangan gas laut dalam di lepas pantai Kutai Basin dengan kedalaman air kurang lebih 1.500 meter.

Proyek ini akan memegang rekor tie back bawah laut terpanjang dari fasilitas induknya lebih dari 40 kilometer.

Produksi Lapangan Merakes akan berkontribusi perpanjangan umur operasi kilang LNG Bontang. Gas dari Lapangan Merakes dan Jangkrik juga disalurkan melalui pipa gas untuk kebutuhan dalam negeri sebesar 117 MMSCFD pada tahun 2022 hingga 2025.

Menteri Arifin juga menyampaikan gas bumi merupakan salah satu sumber energi yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan ketahanan energi di Tanah Air.

Saat ini porsi gas bumi dalam bauran energi nasional sekitar 19 persen dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional ditargetkan naik adi 22 persen pada 2025.

“Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada SKK Migas dan ENI Indonesia beserta PHE dan Neptute Energy atas keberhasilan produksi gas di Lapangan Merakes ini,” kata Menteri ESDM Arifin.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sempat mengakibatkan pembangunan proyek Merakes terhenti sehingga mengalami kemunduran. Namun apresiasi tinggi diberikan kepada ENI yang telah dapat mengawal 8,6 juta jam kerja tanpa adanya fatality.

“Kami sebagai insan hulu migas layak berbangga, karena yang telah kita lalui itu bukanlah pekerjaan mudah”, kata Dwi.

Dampak pandeni COVID-19 ternyata lebih dalam dari perkiraan awal. Namun membaiknya harga minyak dunia yang lebih cepat dari perkiraan, bahkan pada minggu ini sempat berada di kisaran 70 dolar AS per barel, diharapkan menjadi angin segar bagi keberlangsungan upaya meningkatkan investasi hulu migas.

"Tentu saja, tantangan akan selalu ada, mari bergandeng tangan agar dapat melalui masa sulit ini bersama-sama demi tercapainya visi bersama Indonesia di tahun 2030, yaitu produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD,” kata Dwi.

Catatan penting dari pengembangan Lapangan Merakes adalah kemampuan sinergi untuk meningkatkan keekonomian lapangan

Hal ini sangat perlu untuk terus ditingkatkan ke depan karena potensi yang masih cukup besar dari WK East Sepinggan, Muara Bakau ataupun WK-WK lainnya di sekitar fasilitas FPU Jangkrik untuk menjaga tingkat produksi gas di Kalimantan Timur.

Baca juga: Pertamina Hulu Mahakam mulai pembangunan anjungan lepas pantai Kaltim

Baca juga: SKK Migas setujui pengembangan Lapangan Paus Biru



 

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pentingnya mereduksi energi fosil untuk capai target 31% EBT

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar