Sepak Bola Nasional

Kanal Bola apresiasi sosialisasi Inpres Sepak Bola

Kanal Bola apresiasi sosialisasi Inpres Sepak Bola

Salah satu pendiri Kanal Bola, Ignatius Indro, sekaligus Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) berfoto bersama Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. (HO/Kanal Bola)

Jakarta (ANTARA) - Langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar acara Sosialisasi Inpres Nomor 3/2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Surabaya, pekan lalu, mendapat apresiasi dari Kanal Bola.

Kanal Bola merupakan wadah pencinta sepak bola Indonesia yang menaungi kelompok maupun individu-individu dengan visi menciptakan sepak bola Indonesia yang bersih, maju, profesional, serta Timnas Indonesia yang mampu berbicara banyak di kancah internasional.

"Kami mengapresiasi langkah Kemenpora dan PSSI. Sebenarnya sudah sangat terlambat ya, mengingat Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres ini pada Januari 2019. Sudah lebih dari 2,5 tahun lalu," kata salah seorang pendiri Kanal Bola, Ignatius Indro, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa malam.

Baca juga: Menpora mulai sosialisasikan Inpres Sepak Bola dari Jawa Timur 

Indro yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menyatakan langkah sosialisasi tersebut harus didukung meski sudah sangat terlambat.

"Jadi ya, daripada tidak diimplementasikan sama sekali, kita harus dukung. Semua untuk mengejar ketertinggalan persepakbolaan Indonesia dari negara-negara lain di Asia. Bahkan di kawasan regional Asia Tenggara pun kita sangat jauh di belakang," ujar Indro.

Ia menggaris bawahi kekalahan telak Timnas Indonesia 0-4 dari Vietnam pada lanjutan laga babak kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (7/6). 

"Memang ini adalah timnas dengan mayoritas pemain muda, yang disiapkan Shin Tae Yong untuk SEA Games akhir tahun nanti. Meski begitu, tak seharusnya kita kalah dengan skor setelak itu. Di mana muka negara sebesar ini, bisa kalah telak itu dari Vietnam?" pungkas Indro.

Dengan kekalahan telak tersebut, mimpi Indonesia memperbaiki peringkat FIFA dari ranking 173 pun kian sulit terwujud. Peringkat Timnas Indonesia kini jauh di bawah Vietnam (92), Thailand (106), Filipina (125), Myanmar (139), Malaysia (153) dan Singapura (159).

Timnas Indonesia pernah menghuni posisi 100 besar peringkat FIFA besar, yakni urutan ke-86 pada 1998, dan sampai saat ini menjadi pencapaian tertinggi yang pernah diraih timnas di ranking FIFA.

Baca juga: Timnas Indonesia telan kekalahan 0-4 dari Vietnam 
Baca juga: PSSI minta pelatih evaluasi performa tim nasional 


Indro menekankan Inpres tersebut merupakan mandat kepada 15 pemangku kepentingan, mulai dari Menko PMK, Menpora, Mendagri, Mendikbud, Menkeu, Menteri BUMN, Menteri Agama, Menteri Agraria, Menteri PUPR, Menkes, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Kapolri hingga para kepala daerah selevel gubernur, bupati dan wali kota, yakni untuk membantu percepatan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

"Inpres ini menjelaskan tugas yang sangat detail kepada setiap kementerian yang disebutkan untuk mempercepat pembangunan sepak bola Indonesia. 'Bola' inilah yang harusnya sejak lama diambil oleh PSSI," terang Indro.

Pekan lalu, Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang dipilih dalam penyampaian sosialisasi Inpres Nomor 3/2019 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto. Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Baca juga: Indonesia kalah dari Vietnam, Menpora: Jangan cemooh timnas 
Baca juga: Menpora masih berharap pada Shin meski timnas kalah dari Vietnam 

 

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sepak takraw targetkan dua medali emas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar