Laporan dari Kuala Lumpur

Penggunaan tempat tidur ICU COVID-19 di Malaysia sudah 104 persen

Penggunaan tempat tidur ICU COVID-19 di Malaysia sudah 104 persen

Mural Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin dan Dirjen Kesehatan Kementrian Kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah di Klinik Kesehatan Kuala Lumpur, ANTARA/Agus Setiawan/aa.

Rumah sakit-rumah sakit di seluruh negara sedang berhadapan dengan peningkatan kasus COVID-19 bergejala serius yang memerlukan bantuan oksigen dan bantuan alat pernapasan
Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan penggunaan tempat tidur COVID-19 di ICU telah meningkat dari 96 persen pada 24 Mei  2021 menjadi 104 persen pada 6 Juni 2021.

"Penggunaan tempat tidur ICU yang melebihi 100 persen ini amat membimbangkan di mana tidak semua pasien yang memerlukan perawatan kritis dapat ditempatkan di ICU," ujar Dirjen Kesehatan KKM, Dr Noor Hisham Abdullah di Putrajaya, Rabu.

Sedangkan penggunaan tempat tidur bagi pasien COVID-19 bukan ICU di rumah sakit menunjukkan sedikit penurunan dalam tempo dua Minggu yaitu dari 99 persen menjadi 89 persen begitu juga dengan  penggunaan tempat tidur di Pusat Karantina dan Perawatan COVID-19 (PKRC) sebanyak 54 persen.

Baca juga: Malaysia peringatkan peningkatan kematian, kasus COVID-19 pada anak
Baca juga: "Total lockdown", Malaysia hanya izinkan dua orang berbelanja


"Rumah sakit-rumah sakit di seluruh negara sedang berhadapan dengan peningkatan kasus COVID-19 bergejala serius yang memerlukan bantuan oksigen dan bantuan alat pernapasan khususnya di kalangan golongan rentan seperti warga lanjut usia dan pasien yang mengidap lain-lain penyakit (co-morbidity)," katanya.

Pasien-pasien ini, katanya, memerlukan tempo pemulihan yang lama untuk sembuh disebabkan komplikasi yang serius dari infeksi COVID-19.

Statistik yang diterima oleh CPRC Kebangsaan menunjukkan rata-rata tempo perawatan adalah di antara 14 hari ke 16 hari hingga 19 hari ke 26 hari.

"KKM ingin mengingatkan semua pihak bahwa situasi penularan COVID19 yang dihadapi negara masih pada situasi sangat serius. Bahaya penularan COVID-19 dan kapasitas rumah sakit (terutama ICU) bagi menampung kasus-kasus COVID-19 adalah pada tahap kritis dan bisa terus meningkat sekiranya kita alpa walau untuk sehari sekalipun," katanya.

Dia mengatakan meskipun terdapat penurunan 2,6 persen kasus mingguan, namun jumlah kasus aktif masih terus meningkat.

Pada 8 Juni 2021 jumlah kasus aktif COVID-19 yang masih dalam perawatan dan perhatian adalah sebanyak 82. 797 kasus.

Baca juga: Malaysia klaim vaksinasi dosis pertama tertinggi di ASEAN
Baca juga: Gaji menteri dan Wamen Malaysia disumbangkan tangani COVID-19

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BP2MI Pontianak gagalkan pengiriman PMI ilegal ke Malaysia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar