Anti Hoax

Hoaks! Poster Konvensi Capres NU 2024

Hoaks! Poster Konvensi Capres NU 2024

Dokumentasi - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp/aa.

Jakarta (ANTARA/JACX) - Poster tentang penyelenggaraan Konvensi Calon Presiden Nahdlatul Ulama (Capres NU) 2024 ramai tersebar di Facebook serta Twitter.

Dalam poster itu, termuat pula sejumlah wajah tokoh NU, di antaranya Ketua Umum PBNU Said Aqiel Siradj, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Aktivis Islam dan politisi Yenny Wahid, serta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Adapula wajah Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas dalam pemberitahuan tersebut. 

TIM SEMBILAN PBNU diklaim sebagai penyelenggara kegiatan itu.

Namun, benarkah NU secara resmi mengeluarkan Poster Konvensi Capres 2024?
 
Tangkapan layar poster hoaks Konvensi Capres NU 2024 (facebook)


Penjelasan:
Lembaga Dakwah PBNU, melalui cuitan di akun Twitter resminya @dakwahnu1926 pada 2 Juni 2021, mengungkapkan poster yang menyebut Konvensi Capres NU 2024 tersebut adalah hoaks.

“Itu (poster dan poling) hoaks. Saya pastikan tidak ada tim sembilan dari PBNU untuk konvensi Capres NU 2024,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Andi Najmi Fuaidi dilansir dari situs resmi NU.

Ditegaskan pula, agenda Konvensi Capres NU 2024 itu tidak akan pernah terjadi selama tidak ada perubahan putusan dari Muktamar tentang posisi NU sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan). 

NU, lanjut Andi, masih teguh memegang khittah, bukan lembaga politik, tidak pula berpolitik praktis.

“NU ini organisasi sosial keagamaan yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial. Demikian kalau kita mau mengacu pada putusan Muktamar terakhir yang tidak diubah. Itu ada di dalam anggaran dasarnya. Secara organisasi seperti itu,” tegas Andi.

Klaim: Poster Konvensi Capres NU 2024
Rating: Salah/Hoaks
 
Baca juga: Mencermati sikap kritis NU dalam pilkada dan UU Cipta Kerja

Cek fakta: FPI bubar dan ingin bergabung dengan NU? Ini faktanya

Cek fakta: Cek fakta: Benarkah Haedar Nashir imbau warga NU tidak belajar di sekolah Muhammadiyah?

Pewarta: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wagub Maluku berharap Fatayat NU bisa berkontribusi membangun Maluku

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar