Majukan pariwisaata religi, Pacific Paint warna-warnikan Jombang

Majukan pariwisaata religi, Pacific Paint warna-warnikan Jombang

Dr. KH. Abd. Hasib Wahab Hasbullah, Ketua Majelis Dewan Pengasuh Yayasan Bahrul Ulum (kiri) dan Ricky Soesanto, Corporate Head of Marketing Pacific Paint (kanan) melakukan proses pengecatan di Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Pacul Gowang, Jombang dalam acara Religi Warna Warni 2 (ANTARA/Ho)

Jakarta (ANTARA) - Setelah sukses pada tahap pertama di tahun 2019, Festival Religi kini hadir kembali dengan mengadakan program kegiatan Religi Warna Warni berupa revitalisasi pondok pesantren, makam nasional dan rumah warga di sekitar di wilayah Jombang, Jawa Timur.

"Diharapkan dengan kegiatan ini, seluruh masyarakat dapat menikmati keindahan warna baru dan juga kami ingin mendukung UMKM pasca pandemi dengan memajukan pariwisata religi," ungkap Corporate Head of Marketing Pacific Paint, Ricky Soesanto pada saat acara Press Conference Pacific Paint Religi Warna Warni 2 Jombang, Rabu.

Menurut Ricky, Jombang adalah kota santri yang menjadi kiblat untuk pembelajaran agama dengan banyak menghasilkan ratusan generasi Islami serta tokoh Kiai dari berbagai pondok pesantren.

"Melihat potensi besar di daerah ini, maka untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pariwisata sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi, kami pun mewujudkan komitmen dengan menggelar kegiatan Religi Warna Warni serta program revitalisasi sebagai bentuk kepedulian dan kesadaran akan tanggung jawab sosial perusahaan," kata Ricky.

Dalam hal ini, Pacific Paint melakukan kegiatan cat seluas lebih dari 14.000 meter persegi serta pembuatan mural menggunakan warna-warni cemerlang cat dinding Metrolite Acrylic Emulsion serta cat kayu dan besi Glotex Super Synthetic yang merupakan produk unggulan Pacific Paint.

Pengecatan serta revitalisasi fasilitas umum ini memakan waktu selama satu bulan dengan menghabiskan cat sebanyak lebih dari 5.000 liter.

"Kami menyambut sangat baik dan berterima kasih kepada Pacific Paint yang sudah menginisiasi penyelenggaraan Warna Warni Religi serta melakukan revitalisasi beberapa Pondok Pesantren di Jombang," kata KH. Irfan Zidny Wahab, SH. S. Ag, M. Si, Pembina & Pengajar Pondok Pesantren Jagat Arsy serta sebagai Pelaksana Program Revitalisasi Religi Warna Warni 2.

Dengan adanya program ini, dia juga berharap bahwa kegiatan ini akan mendatangkan manfaat tidak untuk masyarakat sekitar tapi juga terhadap santri-santri yang mondok di pesantren sekitar.

"Melalui program revitalisasi ini saya berharap ke depannya terjadi peningkatan kualitas pendidikan di seluruh pondok pesantren serta para santri dapat lebih semangat belajar dan menyelesaikan pendidikannya dengan baik," jelas dia.

"Dengan nuansa baru dan cat baru semua bahagia dan bersyukur, banyak informasi di buat secara mural dan tokohnya banyak di buat secara mural. Jadi, seakan santri lebih dekat dari para pendiri pesantren dan juga para tokoh agama sekitar," tambah dia.

Setelah kegiatan di Jombang, kegiatan hal yang serupa juga akan bergeser ke wilayah Madura tepatnya di makam Mbah Kholil Bangkalan, dan juga Pasuruan di tempat Kiai Haji Abdul Hamid atau Mbah Hamid.

"Kegiatan memberikan warna baru di sarana edukasi, fasilitas umum, dan rumah warga tentu tidak akan berhenti sampai di sini, Pacific Paint berkomitmen untuk terus memberikan warna warni indah di Indonesia melalui program CSR perusahaan maupun bekerja sama dengan instansi pemerintah serta swasta.

"Melalui penyelenggaraan Religi Warna Warni 2 serta program revitalisasi ini, Pacific Paint berharap agar wisata religi di Jombang dapat lebih bervariasi dan bermanfaat serta mampu untuk terus mencetak generasi yang andal dan religious," tutup Ricky.

Baca juga: Cat tembok ini klaim miliki anti-virus

Baca juga: Perindah rumah, permintaan cat meningkat jelang Lebaran

Baca juga: Formula cat tembok dari sabut kelapa ditemukan mahasiswa UNY

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

7 kepala daerah terkonfirmasi COVID-19 sepekan terakhir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar