Cakupan vaksinasi COVID-19 di Aceh masih 15 persen

Cakupan vaksinasi COVID-19 di Aceh masih 15 persen

Warga mengikuti pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan penyuntikan vaksin COVID-19 di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Kota Banda Aceh, Senin (7/6/2021). ANTARA/Khalis.

ementara bukan 3,8 juta jiwa tetapi sekitar 950 ribu orang
Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Aceh menyatakan capaian vaksinasi COVID-19 di provinsi paling barat Indonesia itu baru sekitar 15 persen, sehingga seluruh kabupaten/kota diminta gencar menggelar vaksinasi massal dalam meningkatkan cakupan vaksinasi bagi warga.

“Kalau kita lihat angka terakhir capaiannya sekitar 15 persen dari target populasi,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh dr Iman Murahman di Banda Aceh, Rabu.

Untuk sementara, Iman menjelaskan Pemerintah Aceh menargetkan cakupan vaksinasi bagi 950 ribu warga yang terdiri dari tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik serta kaum lanjut usia (lansia).

“Jadi target populasi kita sementara bukan 3,8 juta jiwa tetapi sekitar 950 ribu orang, itu target untuk tahap pertama dan kedua,” kata Iman.

Iman mengakui capaian vaksinasi di daerah Tanah Rencong itu masih sangat rendah dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Tanah Air. Ia yakin dalam beberapa pekan ke depan cakupan terus meningkat seiring pelaksanaan vaksinasi massal di ibu kota provinsi serta kabupaten/kota lainnya.

Baca juga: Kemenkes sebut vaksinasi guru di Aceh rendah

Baca juga: Sebanyak 823 ASN Pemerintah Aceh jalani vaksinasi COVID-19


“Kita optimistis dalam minggu ini akan meningkat terus seiring pelaksanaan vaksinasi massal, tidak hanya di Banda Aceh Covention Hall tetapi juga di seluruh Aceh, sehingga bisa mencapai 20 persen dan mengejar capaian provinsi lainnya,” kata Iman.

Ia menilai warga sangat antusias untuk melakukan penyuntikan vaksin, meski program vaksinasi belum menyasar masyarakat umum, baru sebatas aparatur sipil negara (ASN), lansia serta petugas pelayanan publik lain.

Iman juga terus mengimbau agar masyarakat tidak termakan informasi hoaks tentang vaksin, sehingga bisa bersama-sama melakukan vaksinasi. Kendati demikian pihaknya juga menyarankan agar warga tidak mengikuti vaksinasi dulu apabila dalam kondisi kurang sehat, demam, batuk, pilek dan lainnya.

“Memang vaksinasi ini bukan untuk masyarakat umum secara keseluruhan, tapi Alhamdulillah antusiasme luar biasa sehingga banyak yang datang ke tempat pelaksanaan vaksinasi,” katanya.

Baca juga: Banda Aceh targetkan vaksinasi COVID-19 700 lansia per hari

Baca juga: Vaksinasi lansia Banda Aceh berjalan baik setelah pendekatan keluarga

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar