PMI Pusat akan disinfektan sekolah menyusul PTM secara terbatas

PMI Pusat akan disinfektan sekolah menyusul PTM secara terbatas

Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla didampingi Sekjen PMI Sudirman Said melepas armada Gunner Spray Cegah Covid-19 dan logistik untuk propinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta di Gudang Darurat Penanganan Covid-19 PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/6/2021). PMI akan melakukan sterilasisi seluruh sekolah di Indonesia yang akan memulai sekolah tatap muka pada 1 Juli mendatang. ANTARA/HO-Staff JK/Ade Danhur/am.

Maksimalkan 'spraying' disinfektan ke sekolah-sekolah. Juga pastikan protokol kesehatan dipatuhi dalam semua aktivitas PMI
Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat akan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap seluruh sekolah di Indonesia menyusul keputusan pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada tahun ajaran baru mendatang.

"Maksimalkan 'spraying' disinfektan ke sekolah-sekolah. Juga pastikan protokol kesehatan dipatuhi dalam semua aktivitas PMI," kata Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan penyemprotan disinfektan terhadap seluruh sekolah di Indonesia itu demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang bisa saja virusnya transit di area yang selalu tersentuh manusia.

Melalui Surat Edaran bernomor 0698/PB/VI.2021, Sudirman Said pun memerintahkan para pengurus PMI daerah aktif berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 di wilayah setempat. Relawan juga diminta memetakan peran dalam rencana tersebut.

Ia mengatakan tugas dan fungsi relawan yang telah disepakati hendaknya juga didukung dengan kapasitas relawan yang mumpuni.

Baca juga: PMI ajak penyintas COVID-19 menjadi pendonor plasma konvelesen

Begitu juga dengan jejaring relawan di sekolah, Sudirman meminta pelibatan PMR dan guru PMR dalam upaya memastikan protokol kesehatan dipatuhi di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, melalui SKB empat menteri yang dirilis pada 30 Maret 2021, pemerintah telah menetapkan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil, atau kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan yang para guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksinasi secara lengkap untuk segera menyediakan layanan PTM terbatas.

Layanan pembelajaran jarak jauh juga wajib disediakan agar orang tua dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) juga meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) pada masa pandemi COVID-19.

"Panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD Dikdasmen dalam memudahkan persiapan pelaksanaan PTM terbatas," ujar Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Panduan tersebut diluncurkan berdasarkan masukan dari para pendidik dan orang tua. Selain itu, para pemangku kepentingan di bidang pendidikan membutuhkan panduan operasional sebagai turunan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri untuk memudahkan dalam mempersiapkan dan melaksanakan PTM terbatas selama masa pandemi.

Baca juga: PMI berkolaborasi dengan Koica tanggulangi COVID-19 di Indonesia
Baca juga: PMI mendapat bantuan ribuan alat deteksi COVID-19

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kolaborasi PMI cari pendonor plasma konvalesen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar