Kapolri minta TNI-Polri perkuat PPKM Mikro di Lamongan

Kapolri minta TNI-Polri perkuat PPKM Mikro di Lamongan

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Pos PPKM mikro memiliki peran yang sangat penting dalam menekan laju perkembangan COVID-19.
Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajaran Polri dan TNI memperkuat pos pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro guna mencegah lonjakan angka kasus COVID-19 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis.

"Pos PPKM mikro memiliki peran yang sangat penting dalam menekan laju perkembangan COVID-19. Perkuat kembali fungsi pos PPKM mikro, terutama dalam upaya 5M dan 3T," kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya.

Kapolri bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melanjutkan kunjungan kerja meninjau penanganan COVID-19 ke Kabupaten Lamongan.

Di Kabupaten Lamongan saat ini terdapat 474 pos PPKM mikro dijaga oleh 946 personel TNI/Polri.

Menurut Sigit, PPKM mikro harus menjadi pusat kendali berbasis data dalam melakukan penanggulangan COVID-19 di wilayah.

Untuk menekan laju pertumbuhan virus SARS-CoV-2 di Kabupaten Lamongan, kata Sigit, harus dilakukan upaya tracing (pelacakan) yang masif dengan menggunakan metode ratio lacak isolasi (RLI).

Baca juga: Panglima TNI-Kapolri gelar rapat penanganan COVID-19 di Kediri

Selanjutnya, melakukan penjagaan ketat di tempat-tempat yang dijadikan lokasi isolasi mandiri demi mencegah terjadinya penyebaran virus SARS-CoV-2 yang masif.

Sigit mengatakan bahwa personel TNI/Polri harus memastikan tidak ada pasien bergejala yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Pastikan tidak ada pasien bergejala melakukan isolasi mandiri di rumah, segera lakukan evakuasi ke tempat-tempat yang sudah disediakan dengan SOP yang sudah ada," kata Sigit.

Kapolri juga mengapresiasi jajarannya yang telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di Lamongan, seperti melakukan operasi yustisi, penguatan tracing dan testing, edukasi kedisplinan protokol kesehatan, melakukan micro lockdown terhadap Desa Sidodowo, Kecamatan Modo karena munculnya klaster hajatan.

Selain itu, mendirikan tiga posko keamanan untuk membatasi mobilitas warga keluar masuk desa di perbatasan Sidodowo-Sempu, perbatasan Sidodowo-Kedungwaras dan perbatasan Sidodowo-Pule.

Di sisi lain, Sigit menekankan soal penerapan lima kontinjensi untuk penanganan COVID-19 di Kabupaten Lamongan. Pertama, manajemen penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi klaster.

Kedua, manajemen tracing dan ketersediaan swab antigen. Ketiga, manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil Laboratorium. Keempat, manajemen pasien yang reaktif atau positif, penentuan isolasi mandiri dan rujukan ke rumah sakit (RS).

Terakhir adalah manajemen evakuasi pengangkutan positif bila sudah makin banyak yang positif dan klaster keluarga meluas.

Baca juga: Kapolri perintahkan Polres Kediri bantu cegah kenaikan kasus COVID-19

"TNI/Polri melakukan kampanye untuk menjadikan COVID-19 sebagai musuh bersama sehingga masyarakat harus bersatu keluar dari krisis ini. Kita harus optimistis bahwa bersama-sama kita bisa mengendalikan pandemi COVID-19," kata Sigit.

Untuk itu, dia meminta meningkatkan upaya optimalisasi PPKM mikro sambil menciptakan herd immunity melalui program vaksinasi massal.

Sebelumnya, Kapolri bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga meninjau penanganan COVID-19 di Kediri dan pelaksanaan vaksinasi massal di Bandung.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar