Anggota DPR ingin KLHK lebih cermat susun prioritas anggaran

Anggota DPR ingin KLHK lebih cermat susun prioritas anggaran

Ilustrasi - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan) didampingi Sekjen Kementerian LHK Bambang Hendroyono (tengah) dan Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead (kiri) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.

...kami meminta KLHK untuk meningkatkan program sosialisasi dan bimbingan teknis guna meningkatkan kapasitas serta kepedulian masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Endang S Thohari menginginkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lebih cermat dalam melakukan penyusunan prioritas anggaran agar program yang ada lebih tepat sasaran.

"Mengingat keuangan negara kita saat ini banyak keterbatasan, serta lebih meningkatkan pengawasan atas pelaksanaan anggaran khususnya untuk setiap program kerja yang menjadi fungsi pokok KLHK," kata Endang dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Kecermatan itu penting, ujar dia. Misalnya terkait dengan usulan penambahan pagu KLHK untuk kegiatan percepatan food estate terdapat kegiatan Restorasi Gambut dan Mangrove sebesar Rp859 miliar yang tumpang tindih dengan kegiatan antara lain di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.

Baca juga: KLHK fokus tingkatkan rehabilitasi mangrove dengan tambahan anggaran

Ia mengingatkan supaya KLHK lebih baik memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung pada beberapa hal, di antaranya peningkatan perekonomian sekitarnya, pencegahan potensi karhutla melalui pembangunan sekat kanal, perlindungan keanekaragaman hayati dan spasial kawasan hutan sebagai dukungan untuk program food estate.

Endang menyatakan tidak melihat adanya perhatian KLHK yang lebih serius pada upaya rehabilitasi hutan dan lahan kritis, khususnya di area DAS serta pencemaran lingkungan (khusus di sungai), dan reklamasi tambang serta pencegahan dan penegakan hukum lingkungan hidup kehutanan.

"Sebagai salah satu upaya pencegahan, kami meminta KLHK untuk meningkatkan program sosialisasi dan bimbingan teknis guna meningkatkan kapasitas serta kepedulian masyarakat. Terkait anggaran belanja tambahansebesar Rp1,5 triliun, kami minta agar KLHK meningkatkan kinerjanya serta memiliki perencanaan yang matang, sehingga keberhasilan bisa dicapai maksimal," ucapnya.

Baca juga: Menteri LHK sebut pengurangan emisi dilakukan dengan langkah realistis

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar