Kenaikan kasus COVID-19 di DKI dipicu arus mudik Lebaran

Kenaikan kasus COVID-19 di DKI dipicu arus mudik Lebaran

Pemudik menggunakan sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.

Karena sudah dibuka, yang datang dari luar negeri beberapa minggu terakhir ini
Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebutkan kenaikan kasus penyebaran COVID-19 di ibu kota dalam beberapa hari terakhir dipicu arus mudik dan arus balik saat Lebaran.

"Kenaikan kasus COVID-19 ini ada beberapa penyebab di antaranya ada mudik Lebaran," kata Riza di Jakarta, Jumat.

Riza mengungkapkan faktor penyebab lainnya yang menimbulkan kenaikan kasus COVID-19 terdampak dari interaksi dan aktivitas masyarakat yang tinggi di dalam dan luar kota maupun warga luar negeri masuk ke Indonesia.

"Karena sudah dibuka, yang datang dari luar negeri beberapa minggu terakhir ini," tutur Riza.

Penyebab lainnya, kata Wagub DKI Jakarta, yaitu sebagian masyarakat abai dan kurang taat terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: 4,5 juta dosis vaksin telah diberikan untuk warga
Baca juga: Wagub DKI ingatkan warga terkait keterisian RS capai 65 persen
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (31/12/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)
Riza mengingatkan perjuangan melawan pandemi COVID-19 belum berakhir sehingga seluruh elemen masyarakat dan lembaga pemerintah hingga lingkungan Rukun Tetangga tidak lengah memerangi virus asal Wuhan, China, itu.

Riza menegaskan, pihaknya tidak akan segan menindak pengelola pasar, pusat perbelanjaan, tempat usaha, pabrik atau masyarakat yang melanggar protokol kesehatan karena berpotensi meningkatkan kasus COVID-19.

Riza pun mengingatkan warga agar disiplin menjalankan protokol kesehatan karena tingkat keterisian rumah sakit telah mencapai 65 persen akibat perawatan pasien COVID-19.

Satgas COVID-19 DKI Jakarta mencatat jumlah kasus COVID-19 hingga Rabu (9/6) mencapai 438.458 kasus, kemudian bertambah 2.096 kasus menjadi 440.554 pada Kamis (10/6).

Pewarta: Taufik Ridwan dan Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar