Muhaimin puji peran pesantren saat temui ulama NU di Gorontalo

Muhaimin puji peran pesantren saat temui ulama NU di Gorontalo

Dokumentasi - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdul Muhaimin Iskandar (dua dari kanan) menemui para ulama dan pengurus Nadhlatul Ulama di Gorontalo, Jumat (10/6/2021). ANTARA/HO-Dokumentasi Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdul Muhaimin Iskandar memuji peran pesantren yang menurut dia dapat memperkuat sistem pendidikan nasional.

"Eksistensi pesantren yang membuat Indonesia tetap teguh, terutama dalam konteks pembangunan karakter, akhlak, dan kualitas sumber daya manusia,” kata Muhaimin saat bertemu para ulama dan jajaran pengurus Nadhlatul Ulama (NU) di Gorontalo, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis-nya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia menuturkan kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu sektor yang turut terdampak oleh pandemik COVID-19. Namun, pesantren merupakan salah satu tempat pendidikan yang mampu bertahan dan tetap mempertahankan kegiatan belajar mengajar secara langsung selama pandemik.

"Saya tidak tahu di sini (Gorontalo), tetapi di Jawa, pesantren merupakan satu-satunya lembaga tatap muka yang eksis, berjalan normal dengan protokol kesehatan ketat. Pesantren-pesantren ini tidak pernah berhenti mencerdaskan anak bangsa meskipun di tengah pandemik COVID-19," ujar Muhaimin di hadapan para ulama.

Baca juga: Cak Imin: Tinjau ulang rencana terapkan PPN Bahan Pokok

Baca juga: Muhaimin Iskandar minta pekerja migran dapatkan perlindungan optimal


Tidak hanya memuji peran pesantren, Muhaimin dalam pertemuan dengan ulama NU di Gorontalo, Jumat (11/6), juga membahas pentingnya mempertahankan semangat kebersamaan Ahlussunnah Waljamaah di Indonesia.

"Semangat Ahlussunnah Waljamaah di Indonesia terbukti membawa optimisme yang kuat sehingga Indonesia tetap stabil," kata Muhaimin atau yang saat ini populer dengan sapaan Cak Imin.

Oleh karena itu, ia berharap semangat Ahlussunnah Waljamaah juga senantiasa dapat diterapkan dalam kegiatan berpolitik di Indonesia.

"Politik Ahlussunnah Waljamaah, politik Nadhlatul Ulama telah diakui menjadi solusi bangsa. Ini momentum dan kesempatan bagi kita. Pengakuan itu tidak boleh disia-siakan," ujar Muhaimin ke para ulama.

Dalam pertemuan itu, Ketua Tanfiziyah PWNU Provinsi Gorontalo KH Zulkarnain Suleman menyambut baik pikiran-pikiran yang disampaikan oleh Muhaimin.

"Kami mewakili para kiai, para nyai, menyampaikan salam hangat dari seluruh warga nahdliyyin pada Cak Imin," kata Zulkarnain.

Para perwakilan ulama dan pengurus NU di Gorontalo yang hadir dalam pertemuan itu, antara lain Rois Syuriah PWNU Gorontalo KH Sarmada Inaku, Ketua PCNU Gorontalo KH Rosyid Kamaru, dan Pengasuh PP Salafiyah Syafiiyah Pahuwato KH Abdullah Hanif.

Sementara itu, Muhaimin menemui para ulama bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Anggota DPR RI Hasanuddin Wahid, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh.

Baca juga: Wakil Ketua DPR ajak bantu produksi vaksin COVID-19 dalam negeri

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penjelasan Cak Imin usai dipanggil penyidik KPK

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar