Ikatan Apoteker Indonesia Jateng bantu imunitas nakes di Kudus

Ikatan Apoteker Indonesia Jateng bantu imunitas nakes di Kudus

Wakil Ketua VI PD IAI Jateng Moch Yusuf Zain SSi menyerahkan bantuan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus yang diwakili S. Musdalifah di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Sabtu (12/6/2021). (FOTO ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Bantuan yang diserahkan, mulai dari multivitamin sebanyak 10.000 tablet, masker medis sebanyak 16.000 buah, handrub sebanyak 300 liter, suplemen imunitas sebesar 2.300 buah dan protecal C200 sebanyak 360 botol
Kudus, Jateng (ANTARA) - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah menyerahkan bantuan masker, multivitamin serta suplemen imunitas untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh para tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kudus yang tengah berjuang melawan pandemi COVID-19, Sabtu.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua VI Pengurus Daerah IAI Jateng Moch Yusuf Zain kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus yang diwakili S. Musdalifah di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Sabtu (12/6).

Menurut Ketua Apoteker Tanggap Bencana PD IAI Jateng Daryono, bantuan yang diserahkan tersebut merupakan hasil donasi dari anggota PD IAI serta beberapa sponsor, seperti Deltomed, LKPI dan Konimex.

Adapun bantuan yang diserahkan, mulai dari multivitamin sebanyak 10.000 tablet, masker medis sebanyak 16.000 buah, handrub sebanyak 300 liter, suplemen imunitas sebesar 2.300 buah dan protecal C200 sebanyak 360 botol.

"Nilai bantuannya sekitar Rp56 juta. Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para nakes yang kerap berdekatan dengan pasien COVID-19. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa memberikan motivasi agar terus semangat memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien terpapar virus corona," katanya didampingi Wakil Ketua VI Pengurus Daerah IAI Jateng Moch Yusuf Zain.

IAI Jateng juga membantu penambahan tenaga apoteker untuk tiga rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19 di Kudus, yakni RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Kumala Siwi dan RS Islam Sunan Kudus dengan harapan pelayanannya tetap optimal meskipun banyak nakes yang terpapar.

Kepedulian lain yang ditunjukkan IAI Jateng, yakni pendirian Posko Crisis Centre Apoteker Tanggap Bencana di Jalan Pasar Doro Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus yang diresmikan secara virtual oleh Ketua PD IAI Jateng Jamaludin Al J. Efendi.

Peresmian posko tersebut, juga diikuti secara "offline" Kepala Dinkes Kudus, PC IAI Kudus, jajaran pengurus PD IAI Jateng dan PC IAI se-Jateng serta sejumlah tamu undangan.

Hadirnya posko tersebut, bertujuan mendukung pemerintah daerah setempat melawan pandemi COVID-19 serta memberikan bantuan personel tenaga kefarmasian apoteker dan suplai logistik sediaan farmasi agar teman sejawat apoteker di daerah wabah pandemi dapat melaksanakan pelayanan kefarmasian secara paripurna bersama dengan tenaga kesehatan lain yang tergabung dalam IDI dan PPNI, bahu membahu mendukung pemerintah Jateng, khususnya Pemda Kudus dan sekitarnya dalam memerangi penyebaran COVID-19.

Sementara itu, S. Musdalifah perwakilan dari Dinkes Kudus menyampaikan terima kasih kepada PD IAI Jateng dan apoteker tanggap bencana beserta para donatur yang ikut memberikan bantuan untuk para nakes di Kudus.

"Tentunya para nakes di Kudus juga membutuhkan masker maupun suplemen untuk menjaga imunitas agar tetap fit selama bertugas agar tidak mudah terpapar," katanya.

Ia juga berterima kasih karena ikut menerjunkan tiga apotekernya di tiga rumah sakit rujukan di Kudus, menyusul tenaga kesehatan bagian pelayanan obat di sejumlah rumah sakit juga banyak yang menjalani isolasi mandiri. 

Baca juga: Menkes: 300 lebih nakes di Kudus tertular COVID-19

Baca juga: Ikatan Apoteker Indonesia: 800 apoteker telah terpapar COVID-19

Baca juga: Menkes: tugas apoteker berat

Baca juga: Ikatan Apoteker Indonesia minta Permenkes 3/2020 direvisi

 

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gubernur Ganjar jenguk warga Kudus yang isolasi di asrama haji Donohudan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar