Kemenag fokuskan persiapan penyelenggaraan Haji 1443 H

Kemenag fokuskan persiapan penyelenggaraan Haji 1443 H

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menggelar konferensi pers soal pembatalan haji 1442 Hijriah. (ANTARA/HO/Humas Kemenag)

Keputusan Saudi senafas dengan Indonesia yang ingin menjaga keselamatan jamaah
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama akan fokus pada persiapan penyelenggaraan haji 1443 H seiring dengan informasi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang mengumumkan skema haji 1442 H/2021 M hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing (ekspatriat) yang saat ini tinggal di negara itu¹.

"Kita sekarang akan fokus pada persiapan penyelenggaraan haji 1443 H. Pemerintah Indonesia akan secara aktif dan lebih dini melakukan komunikasi dengan Pemerintah Saudi untuk mempersiapkan pelaksanaan haji jika tahun 2022 ibadah haji dibuka kembali," ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Sabtu.

Gus Yaqut mengatakan Pemerintah Saudi mengumumkan haji hanya dibuka untuk domestik dan ekspatriat saja. Dengan menimbang keselamatan dan keamanan jamaah dari ancaman COVID-19 yang belum reda. Jumlah kuota ditetapkan 60.000 jamaah, ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu.

"Sebagaimana Pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jamaah, selalu menjadi pertimbangan utama," kata dia.

Baca juga: Ibadah haji saat COVID-19, Saudi inginkan peziarah selamat, sehat

Baca juga: Arab Saudi adakan haji tahun ini dengan jamaah terbatas dalam negeri


Menag mengapresiasi Kerajaan Saudi Arabia yang akhirnya menyampaikan keputusan resmi terkait penyelenggaraan haji 2021. Keputusan ini menjadi pedoman yang jelas bagi umat Muslim seluruh dunia, tidak hanya Indonesia, dalam konteks penyelenggaraan haji 1442 H.

"Keputusan ini menunjukkan Saudi menomorsatukan aspek keselamatan dan kesehatan jiwa jamaah. Dengan pembatasan ini, maka protokol kesehatan akan tetap bisa berjalan dengan baik sekaligus mengantisipasi potensi penularan wabah dengan jumlah yang masif," kata Yaqut.

Menag berharap, keputusan ini juga mengakhiri polemik atau munculnya informasi hoaks selepas pengumuman pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia pada 3 Juni lalu.

"Keputusan Saudi senafas dengan semangat Indonesia yang ingin menjaga keselamatan jamaah. Diharapkan masyarakat untuk patuh menjaga protokol kesehatan agar COVID-19 segera tertangani sehingga jika tahun depan haji bisa dilaksanakan lagi kita sudah siap," ujar dia.

Menag mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini. Calon jamaah haji diharapkan tetap bersabar dan tawakal.

"Mari sama-sama berdoa semoga pandemi segera berlalu. Ibadah haji tahun depan bisa berjalan dengan normal dan tenang kembali. Innallaha ma’ana," ujar Yaqut

Baca juga: Arab Saudi batasi haji hanya untuk 60.000 penduduknya

Baca juga: Deretan hoaks tentang dana haji Indonesia

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Alasan AMPHURI menilai wajar adanya kenaikan biaya haji

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar