Jakarta (ANTARA) - Beberapa tabir surya diformulasikan khusus untuk wajah untuk melindungi kulit Anda dari sinar UV berbahaya yang dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, dan kanker kulit.

Namun, banyak tabir surya wajah yang diformulasikan agar terlihat, terasa kurang berminyak dan seringkali lebih mahal daripada tabir surya tubuh. Padahal, label harga yang lebih tinggi tidak berarti perlindungan yang lebih baik, menurut dokter kulit di INTEGRIS, Kimberly Jerdan.

Baca juga: Kulit Anda sering kusam? Ini penyebabnya

Dia, seperti dikutip dari Insider, Minggu, memberikan tips memilih tabir surya sesuai tipe kulit wajah Anda, salah satunya yang mengandung setidaknya SPF (Sun Protection Factor) 30. Pastikan tertulis "spektrum luas" di botolnya, karena ini artinya tabir surya melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.

UVA maupun UVB dapat menyebabkan kanker kulit. Sinar UVA menyebabkan penuaan dini, seperti kerutan dan bintik matahari, karena menembus jauh ke dalam kulit dan dapat merusak kolagennya. Sementara sinar UVB terutama merusak permukaan kulit dan menyebabkan kulit terbakar.

SPF memberi sinyal berapa banyak radiasi UVB yang disaringnya. Tabir surya SPF 30 memblokir 97 persen sinar UVB matahari. SPF yang lebih tinggi hanya memberikan sedikit perlindungan tambahan dan perlu diterapkan sesering mungkin atau setidaknya setiap dua jam.

Selanjutnya, pilih tabir surya berdasarkan seberapa berminyak atau kering kulit Anda. Menemukan produk yang cocok untuk Anda mungkin memerlukan beberapa percobaan karena kulit setiap orang berbeda.

Apabila kulit Anda berminyak atau berjerawat, sebaiknya cari produk berlabel non-komedogenik karena tidak akan menyumbat pori-pori, sehingga mengurangi risiko berjerawat, kata pakar dermatologi Joyce Park.

Dia juga menyarankan tabir surya yang mengandung niacinamide, vitamin B yang memperbaiki penampilan kulit dan mengurangi produksi sebum, zat berminyak dan lilin untuk melembapkan kulit.

Sementara untuk pemilik kulit kering, sebaiknya cari bahan yang menghidrasi seperti ceramide, asam hialuronat, atau gliserin.

Berikutnya, jangan lupa oleskan tabir surya sebelum makeup. Memang, banyak produk rias seperti pelembap dan alas bedak mengandung SPF 30, tetapi produk ini biasanya tidak cukup untuk memberikan perlindungan matahari yang memadai.

"Studi menunjukkan, orang tidak cukup menggunakan makeup dengan SPF untuk mendapatkan manfaat tabir surya penuh, jadi kami menyarankan (menerapkan) tabir surya wajah sebelum aplikasi riasan yang mengandung SPF," kata Park.

Tabir surya wajah diformulasikan untuk memberikan hasil akhir yang berbeda yakni dewy, matte, atau tinted, sehingga harus ada satu yang cocok untuk semua orang dan setiap rutinitas riasan.

Selain itu, pilihlah tabir surya berbentuk lotion untuk wajah Anda daripada semprotan. American Association of Dermatology merekomendasikan orang-orang untuk menghindari tabir surya yang disemprotkan karena sulit untuk mengetahui apakah ada bagian kulit yang dibiarkan terbuka.

Di sisi lain, semprotan tidak boleh dihirup, jadi mungkin lebih baik tabir surya yang menempel seperti krim atau lotion untuk wajah.


Baca juga: Cegah kanker kulit, pakai tabir surya SPF tinggi atau sedang?

Baca juga: Wajah berjerawat mesti pilih-pilih produk perawatan kulit

Baca juga: Pakai tabir surya SPF terlalu tinggi, mubazir atau tidak?

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021