Merajalela Peredaran Daging Rusa di Lampung Barat

Liwa, Lampung Barat (ANTARA News) - Peredaraan daging rusa di sejumlah pasar di Kabupaten Lampung Barat semakin marak.

"Beberapa pekan ini saya pasti ditawari daging rusa, apalagi menjelang hari raya Idhul Fitri kemarin, daging rusa semakin bebas dijual di sejumlah pasar di pesisir," kata salah seorang masyarakat yang berada di Kecamatan Bengkunat, Lampung Barat, Imron Samsudin (37) sekitar 398 Km dari Bandarlampung, di Bengkunat, Jumat.

Dia menjelaskan, belum ada tindakan dari pemerintah.

"Peredaran daging rusa di Kabupaten Lampung Barat semakin merajalela, sayangnya belum ada tindakan untuk mencegah, sehingga oknum dengan leluasa memburu hewan tersebut secara bebas," kata dia lagi.

Menurut dia, rusa di Lampung Barat terancam punah.

"Semakin hari populasi rusa semakin berkurang, pasalnya setiap harinya masyarakat memburu rusa untuk diambil dagingnya dan dijual di pasaran, dan optimis kondisi ini akan memancing masyarakat lain untuk memburu rusa," kata dia lagi.

Kemudian lanjut dia, pemerintah harus segera memberikan tindakkan pada masyarkat yang menjadi oknum pemburuan hewan tersebut.

"Bila kondisi ini dibiarkan saja, maka konflik hewan dan manusia tidak terhindarkan, apalagi masyarkaty yang berada di dekat hutan akan menjadi korban, teruma hewan buas seperti harimau, karena pasokan sumber makanan hutan habis, sehingga hewan tersebut akan masuk kampung dan makan apa saja yang ada di depannya, terutama manusia," kata warga itu.

Maraknya peredaran daging rusa di sejumlah pasar di Kabupaten Lampung Barat merajalela, pantauan yang dilakukan di lapangan, peredaran daging rusa di lakukan pedagang secara sembunyi, sehingga aksi oknum tersebut tidak terditeksi oleh aparat.

Sebelum hari raya Idhul Fitri, penjualan daging rusa semain tak terkontrol, artinya pemburuan hewan tersebut semakin merajalela, bahkan sebagian besar masyarakat yang berada di dekat hutan merasa khawatir, pasarnya kepunahan hewan tersebut akan berakibat konflik hewan dan manusia, yang ditakutkan satwa liar seperti harimau, kembali masuk di area perkampungan, karena sumber makanan mereka habis iburu.

Lemahnya pengawasan membuat oknum masyarakat bebas memburu satwa liar tersebut, sehingga populasi rusa di Lampung Barat benar benar terancam.

Didaerah Pesisir Lampung Barat, daging rusa di jual bebas dipasaran, bahkan pedagang terang terangan memajang daging tersebut untuk dijual, harga daging rusa mencapai Rp70.000 perkilo, menurut keterangan dari pedagang, memperoleh daging rusa didapat dari pemburu yang tinggal di daerah dekat hutan, sehingga mendapatkan daging rusa tidak terlalu sulit.

Sebelumnya Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri mengatakan, himbauan kepada masyarakat telah di berikan untuk menghentikan pemburuan.

"Kami telah berkali kali memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menghentikan pemburuan satwa, akan tetapi himbauan tersebut belum dilaksanakan masyarakat," kata dia.

Dia menjelaskan, lemahnya pengawasan membuat pemburuan semakin merajalela.

"Kurangnya petugas hutan membuat lemahnya pengawasan terhadap hutan tersebut, sehingga pemburuan satwa tersebut tidak dapat terpantau," kata dia lagi.

Dia menambahkan, berharap pemerintah dapat membatu Lampung Barat.

"Kami mengharapkan pemerintah pusat dapat membantu Lampung Barat dalam mengatasi penjagaan hutan, terutama petugas Polisi Kehutanan, sebab di Lampung Barat hanya memiliki sekitar 10 personil Pol-Hut, yang harus mengawasi luasnya hutan didaerah ini, dan semoga pemerintah dapat sehera mengalokasikan bantuan tersebut," katanya. (ANT-049/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Memanfaatkan kepopuleran tanaman tanduk rusa untuk tingkatkan ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar