Dolar stabil di Asia, investor tunggu petunjuk dari pertemuan Fed

Dolar stabil di Asia, investor tunggu petunjuk dari pertemuan Fed

Ilustrasi - Tumpukan uang dolar AS. ANTARA/Shutterstock/pri.

Tokyo (ANTARA) - Dolar AS bertahan stabil terhadap mata uang utama lainnya di perdagangan AS pada Senin pagi, setelah membukukan kenaikan mingguan terbesarnya dalam lebih dari sebulan, karena para pedagang menutup posisi jual menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini.

Greenback diperdagangkan sedikit berubah pada 1,21075 dolar AS terhadap euro di Asia, setelah menyentuh level tertinggi hampir satu bulan di 1,2093 dolar AS pada sesi sebelumnya, di tengah kehati-hatian menjelang pertemuan Fed yang berlangsung dua hari hingga Rabu (16/6/2021).

Yen berada di 109,715, setelah melemah ke 109,840 pada Jumat (11/6/2021) untuk pertama kalinya sejak 4 Juni.

Baca juga: Dolar naik saat euro dan sterling jatuh, investor tunggu pertemuan Fed

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya, sebagian besar datar di 90,510 dari tertinggi 90,612 pada Jumat (11/6/2021). Indeks dolar mengakhiri minggu lalu dengan kenaikan 0,4 persen.

Dalam beberapa pekan terakhir, indeks telah berfluktuasi karena para pedagang mempertimbangkan tekanan inflasi ketika ekonomi dibuka kembali setelah pandemi dapat memaksa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk mengurangi stimulus sebelumnya.

Komentar berulang oleh pembuat kebijakan bahwa inflasi akan bersifat sementara menenangkan kegelisahan itu, tetapi pasar juga sekarang mengantisipasi Fed mungkin hampir memberikan petunjuk tentang waktu untuk mengurangi program pembelian asetnya.

Baca juga: Emas tergelincir tertekan menguatnya dolar, inflasi tinggi sementara

"Reposisi dolar menunjukkan beberapa kegelisahan menuju pembaruan kebijakan FOMC," tulis ahli strategi NAB Jason Wong dalam sebuah catatan.

"Selama sebulan terakhir tampaknya ada paduan suara yang berkembang bahwa waktu untuk berbicara tentang pengurangan pembelian obligasi telah tercapai."

Di antara mata uang lainnya, dolar Selandia Baru menahan penurunan dari minggu lalu hingga diperdagangkan pada 0,71315 dolar AS, setelah menyamai level terendah sejak pertengahan April di 0,71160 dolar AS pada Jumat (11/6/2021).

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin diperdagangkan sekitar 39.000 dolar AS setelah pulih dari hampir 31.000 dolar AS minggu lalu.

Rivalnya, Ether berada di sekitar 2.500 dolar AS, di tengah rentang perdagangan yang menyempit selama sebulan terakhir.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar