Peserta KIP Kuliah yang lolos SBMPTN harus tunggu verifikasi

Peserta KIP Kuliah yang lolos SBMPTN harus tunggu verifikasi

Tangkapan layar Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih dalam taklimat media secara daring, Senin (14/6). ANTARA/Indriani

yang belum diterima agar tidak berputus asa
Jakarta (ANTARA) - Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih mengatakan peserta KIP Kuliah yang lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) harus menunggu proses verifikasi lebih dahulu.

“Untuk peserta KIP Kuliah yang lolos SBMPTN 2021, maka harus menunggu proses dan lolos verifikasi terlebih dahulu. Baru kemudian dinyatakan sebagai penerima KIP Kuliah,” ujar Nasih dalam taklimat media yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Verifikasi dari kampus yang bersangkutan. dilakukan dengan pengecekan data akademik dan data ekonomi yang dilakukan melalui  dokumen atau kunjungan ke alamat tempat tinggal.

“Jadi untuk peserta KIP Kuliah, jadi tidak berarti langsung lolos dan harus menunggu verifikasi. Bisa saja, saat ini terdaftar sebagai peserta KIP Kuliah tetapi ternyata setelah verifikasi, ekonomi keluarganya bagus maka kepesertaannya bisa dibatalkan,” terang dia.

Baca juga: 2.727 pendaftar lolos SBMPTN UNS
Baca juga: 63 siswa difabel lolos SBMPTN 2021


LTMPT menetapkan sebanyak 184.942 peserta dinyatakan lulus SBMPTN 2021 terdiri dari 92.963 prodi saintek dan 91.979 prodi soshum. Bila dilihat berdasarkan status maka, perserta reguler diterima sebanyak 123.875 dan KIP Kuliah 61.067 orang. Seleksi ini juga diikuti oleh 265 peserta difabel dengan jumlah diterima atau lulus di prodi saintek 19 orang dan prodi soshum 44 orang peserta.

Jumlah peserta yang lulus tersebut merupakan hasil seleksi dari 777.858 orang pendaftar secara nasional, terdiri dari kelompok ujian saintek dengan jumlah pendaftar 336.834 dan diterima 85.149 atau dengan persentase diterima sebesar 25,28 persen. Pendaftar soshum 378.556 dan diterima 83.836 atau dengan persentase diterima 22,15 persen. Pendaftar saintek dan soshum (campuran) sebanyak 62.468, sedangkan jumlah yang diterima 15.957 atau sebesar 25,54 persen.

Jalur SBMPTN dengan kuota minimum 40 persen dari daya tampung PTN (30 persen minimum pada PTN BH) merupakan seleksi berdasarkan hasil UTBK. Pelaksanaan tes menggunakan komputer, dengan biaya ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah.

Baca juga: LTMPT : Universitas Brawijaya penerima SBMPTN 2021 terbanyak
Baca juga: 184.942 siswa lolos SBMPTN 2021


Perguruan tinggi peserta UTBK-SBMPTN terdiri dari 74 universitas dan institut negeri, 12 vokasi di universitas dan institut (Unsita), 40 Politeknik Negeri dan 11 PT KIN (UIN) se-Indonesia dengan total daya tampung mencapai 197.657 kursi.

Nasih mengucapkan selamat pada peserta dinyatakan lulus di PTN tujuan. Bagi peserta lulus diingatkan agar segera mengetahui jadwal pendaftaran ulang calon mahasiswa baru di laman masing-masing PTN.

“Bagi peserta tidak lulus atau yang belum diterima agar tidak berputus asa dan tetap semangat karena masih memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi jalur mandiri di beberapa PTN yang menyelenggarakannya atau menentukan pilihan di prodi PTS,” imbuh Nasih.

Baca juga: ISI Denpasar siapkan UTBK SBMPTN dengan protokol kesehatan ketat
Baca juga: Kehadiran peserta UTBK gelombang I di UI capai 95,53 persen


Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Calon peserta UTBK SMBPTN wajib miliki akun LTMPT

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar